<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618</id><updated>2009-11-09T07:20:28.940-08:00</updated><title type='text'>BRAM'S VOICE</title><subtitle type='html'>Dunia Siaran dan Voice Over
--------------------------------
email : bram.wijaya@yahoo.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>90</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-3147618469578682485</id><published>2009-09-29T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-09-29T20:45:09.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='salah baca'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='baca berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='batuk'/><title type='text'>Salah Baca Berita Dan Antisipasinya</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dalam dunia Radio dan TV  tidak sama dengan koran kalau pendengar tidak mengerti maka pendengar tidak punya daya dan upaya untuk meminta ulang bacaan beritanya . Kecuali koran yang pembacanya  bisa mengulang berkali-kali.  Untuk itu penyiar radio dan TV harus punya persiapan yang ekstra agar baca berita penyiar  tidak bikin pemirsa  kebingungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika penyiar on air membaca berita kemudian lidah keblibet lalu terjadilah kesalahan baca yang tidak disengaja apa yang seharusnya penyiar lakukan atas kesalahan itu? Kesalahan baca itu manusiawi . penyiar kelas dunia dimanapun pasti pernah salah baca ,keblibet .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Salah baca karena keseleo lidah, sakit batuk atau apalah namanya  pasti pernah dialami penyiar . Selama ini saya amati ada bermacam-macam reaksi penyiar ada penyiar yang bilang “maaf maksud kami”, “kami ulang “, “maaf”, dan ada yang tidak bereaksi apa –apa seolah-olah tidak terjadi apa-apa istilah teman-teman penyiar “tabrak lari ” . Saya juga pernah mendengar penyiar tidak bilang apa-apa lalu dia mengulang kata yang salah tadi dan melanjutkannya sampai tuntas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila salah kata &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah dengar penyiar melakukan kesalahan baca berkali-kali sebanyak itu pula dia mengucapkan kata “maaf”. Umpama pengucapan yang salah sampai 3 kali dan mengucapkan maaf sampai tiga kali ini justru akan mengganggu isi berita  dan akan menimbulkan pertanyaan apakah –penyiar ini tidak siap atau jangan-jangan penyiar ini suka minta maaf&lt;br /&gt;Lalu apa sebaiknya penyiar lakukan ketika terjadi kesalahan ? : jawabanya ulangi saja kata yang salah tanpa mengucapkan apa-apa  lagi (seperti “maaf” dan lain-lain ) lanjutkan naskah sampai tuntas.&lt;br /&gt;Penyiar harus punya sistim target yaitu target hari ini nol kesalahan realisasinya bagaimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila salah kalimat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud salah kalimat adalah penyiar baca kalimat tidak sesuai kaidah baca sehingga mengandung pengertian  yang salah dari maksud yang sebenarnya dan bisa juga karena seharus . dalam kondisi ini bila penyiar tersebut peka maka sang penyiar meski mengulang kalimat tanpa bilang apa-apa lagi (seperti maaf dan lain—lain) bila kata maaf terucap dikhawatirkan kata maaf adalah bagian dari kalimat atau naskah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila penyiar batuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Membaca berita kemudian penyiar batuk atau tenggokan gatel sehingga reflek kita berdehem atau batuk itu adalah kesalahan yang wajar dan manusiawi. Lalu apa yang dilakukan ketika suara batuk terlontar ke udara .nah terhadap yang satu ini kata maaf bisa kita ucapkan lalu lanjutkan pada kalimat awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kesalahan baca berita jangan jadi ciri khas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun kesalahan dalam baca berita adalah manusiawi dan wajar tapi janga sampai penyiar tidak hati-hati karena bila kesalahan  baca itu sering terjadi maka hukuman  yang akan  kita dapatkan adalah pemirsa akan mengatakan : kalau sudah si A siaran pasti banyak salahnya. Apakah sebagai penyiar mau pendengar menanamkan image negative itu tentang cara baca berita kita ?. Justru kita harus balik kalau sudah si A baca berita luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meminimkan Kesalahan Baca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyiar sejak sebelum on air harus teliti apakah ada kalimat asing atau kalimat yang janggal. Periksa juga apakah ada salah ketik dari editor salah ketika dari editor yang belum diteliti akan dibaca secara bulat dan utuh oleh penyiar padahal itu salah , contoh  kata "padahal"  tertulis padahul  dan dibaca padahul oleh penyiar bukankah itu akan membingungkan pemirsa dan kedengarannya lucu  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa pengucapan jumlah  atau bilangan rentan pada kesalahan baca untuk itu pastikan kita mampu menyebutnya nanti saat On Air.  Faktor psikis juga berpengaruh maka pastikan kita dalam kondisi mood dan  mantap luar dalam ketika baca berita.&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bram Wijaya&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-3147618469578682485?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/3147618469578682485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=3147618469578682485&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3147618469578682485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3147618469578682485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/09/salah-baca-berita-tabrak-lari-saja.html' title='Salah Baca Berita Dan Antisipasinya'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-5306179393356979025</id><published>2009-09-28T18:29:00.000-07:00</published><updated>2009-09-28T18:34:23.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar Radio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar Tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tabrakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara'/><title type='text'>Tabrakan Suara</title><content type='html'>Problematika sebuah wawancara TV dan Radio masih menjadi daya tarik untuk dianalisa karena semakin hari ilmu tentang wawancara semakin berkembang dan menarik untuk dipraktekan bagi penyiarnya. Pengalaman penyiar lain adalah guru terbaik.Problem kecil namun sangat mengganggu seperti tabrakan suara perlu di analisa secara khusus&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dengarkan Hatinurani Pemirsa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Disalah satu TV swasta sebuah wawancara pro kontra Perpu membuat daya tarik. karena isunya memang pas dan yang diwawancarai memang berkompeten atau  ahli dibidangnya. Namun  satu hal yang membuat wawancara itu menjadi pro kontra bukan pro kontra masalah perpu tapi pro kontra dikalangan teman-teman penyiar sendiri yaitu dua narasumber memperlihatkan egonya ingin mendominasi pembicaraan sehingga praktis terjadilah tabrakan suara yang panjang dan terulang-ulang .&lt;br /&gt;Memintai pendapat pemirsa lebih pas daripada memintai pendapat penyiar atau programmer  . Karena sedari dulu memang penyiar harus belajar  menjadi pemirsa . Menyingkap hati nurani pemirsa akan membuat kita sebagai penyiar disuka dan acarapun akan disuka.&lt;br /&gt;Di sebuah warung yang memasang TV dan kebetulan yang di tonton adalah wawancara Pro Kontra Perpu .Ternyata tiga orang ikut tegang dan yang lainnya menggerutu dengan mengatakan apa-apa-an ini  ! nggak karu-karuan nafsuan banget . Bisa jadi gerutuan 3 orang pemirsa ini mewakili ribuan penonton lain.&lt;br /&gt;Setelah kita amati wawancara Pro kontra perpu KPK itu ternyata menimbulkan ketidaknyamanan pemirsa yaitu dua orang narasumber itu saling berebut bicara saling menyela dan akhirnya yang terjadi dua suara narasumber itu menurut istilah saya “tabrakan di udara” secara berkepanjangan dan terulang-ulang .&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyiar itu raja mainkanlah secara profesional&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang penyiar yang seharusnya menjadi pengatur sebuah wawancara  belum mampu mengatur agar wawancara itu nyaman . Praktis wawancara tersebut hanya memperlihatkan ketegangan saja  bukan menemukan wawasan baru yang masuk kebenak pemirsa . Padahal kita dengar Penyiar tersebut mampu bertanya dengan bobot pertanyaan yang begitu luar biasa namun sayang menjadi kabur terganggu oleh suara narasumber yang lain yang  berebut bersuara dan akhirnya tabrakan diudara  dan  lucunya dibiarkan oleh penyiarnya .&lt;br /&gt;Fungsi penyiar yang punya kuasa penuh untuk mengatur jalannya wawancara tidak diperlihatkan entah lupa ,ataukah sengaja menjual ketegangan tanpa makna ?,atau karena ketidak tahuan saja.&lt;br /&gt;Benar-benar sayang sebuah pertanyaan yang berbobot dijawab  nafsu bicara narasumber kesimpulannya pemirsa hanya diberi suguhan ketegangan,gerutuan,tanpa kesimpulan dan tanpa memberi proses pembelajaran bagi yang menonton.&lt;br /&gt;Ketegangan Yang Punya Nilai&lt;br /&gt;Sebagai seorang penyiar  menciptakan ketegangan dalam sebuah wawancara itu perlu dan wajar untuk memainkan emosi pemirsa agar wawancara punya nilai plus dan  pemirsa tidak beranjak . Tapi menciptakan emosi pemirsanya juga harus punya nilai dan  ada manfaatnya yaitu : Memainkan emosi dan Membuka wawasan pemirsanya&lt;br /&gt;harus diatur agar  suara narasumber tidak tabrakan diudara  sehingga pemirsa benar-benar akan melihat siapa nara sumber yang pintar dan penjelasannya bisa membuka wawasan pemirsa .Pemirsa akan melihat siapa narasumber yang sabar dan tegas dalam bicara , juga pemirsa akan melihat siapa narasumber yang lemah dan tidak masuk akal dalam bicara .&lt;br /&gt;Mungkin penyiar bisa menyela dengan mengatakan umpamanya …Maaf kita beri kesempatan pada untuk bicara. Nah kalau berkali diperingatakan ternyata masih main tabrak akhirnya terjadilah kesimpulan wawancara ini menarik karena sudah mampu mengungkap sifat-sifat  asli narasumber. Dan penyiarpun sudah berusaha dan bekerja profesional. (Bram Wijaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-5306179393356979025?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/5306179393356979025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=5306179393356979025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5306179393356979025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5306179393356979025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/09/tabrakan-suara_28.html' title='Tabrakan Suara'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-4457378028697844360</id><published>2009-09-13T18:24:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T18:36:37.770-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>18 Kesalahan Saat Wawancara</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media Cetak,Media Online ,TV dan Radio pasti sepakat bahwa wawancara itu adalah urat nadi agar sebuah informasi itu bisa menarik dan”hidup” Dan khusus untuk Radio dan TV bukan lagi sekedar urat nadi tapi sebuah pertaruhan nama baik atau prestasi sebuah institusi Radio atau TV .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Wawancara bisa jadi adalah tehnik yang paling penting dan paling sulit . Kecerdasan penyiar radio patokannya adalah cara dia wawancara . Ada beberapa langkah  untuk bisa menjadi seorang pewawancara yang handal yaitu 1. Latihan yang Tekun  2. Praktek dan perbanyak jam terbang 3. Meniru cara wawancara orang yang sudah sukses . Bila orang melaksanakan ini maka teori yang njlimet didalam buku tidak terlalu dilihat . Ketika langkah  itu sudah dijalankan selanjutnya penyiar ini akan selalu diatas angin dan membuat wawancara yang sepele menjadi sangat menarik dan wawancara yang berat menjadi tetap menarik dan tidak ada beban&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya berbahagialah  penyiar-penyiar yang sudah memiliki  Intuisi yang  peka dan selalu konek dengan kondisi apapun . Banyak penyiar  yang cerdas tapi belum tentu bisa wawancara ,karena tidak punya pengalaman dan jam terbang yang cukup untuk acara wawancara.&lt;br /&gt;Wawancara akan selalu menjadi momok menakutkan bagi penyiar baru bahkan penyiar seniorpun masih bisa merasa  bingung bila belum punya persiapan ,artinya bila kita belajar wawancara tidak ada istilah tamat dia akan harus terus belajar karena ilmu wawancara terus berkembang . Penyiar yang senior sekalipun bila tidak mood bisa menghasilkan sebuah wawancara yang tidak bermutu .&lt;br /&gt;Tulisan ini untuk sekedar bayangan saja bahwa elemen  wawancara itu sangat banyak dan luas. Bila tulisan ini berisi tentang jenis-jenis wawancara maka ini hanya sekedar bayangan bahwa wawancara itu gampang tapi sulit bisa juga sulit tapi gampang ..apakah bingung baca kalimat ini . Oke mari kita bayangkan :&lt;br /&gt;Wawancara Langsung/Live&lt;br /&gt;1. Wawancara Berita langsung ditempat kejadian (on the spot) Adalah wawancara untuk mendapatkan jawaban langsung apa adanya . Wawancara ini akan memberikan suasana “segera”. Inilah kelebihan radio Berita yang menerapkan ketersegeraan yang begitu sempurna. Wawancara ini untuk mencari materi factual dan materi audio.&lt;br /&gt;2. Wawancara langsung di studio  : Wawancara ini atas dasar undangan dari Radio kepada narasumber dan berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi bisa juga karena inisiatif narasumber untuk meminta diwawancarai.&lt;br /&gt;3. Wawancara Langsung via telpon Telpon : wawancara ini lebih dikarenakan masalah narasumber yang tidak mungkin datang kestudio dan juga karena mengejar ketersegeraan ,actual&lt;br /&gt;Wawancara Tidak Langsung&lt;br /&gt;1. Memperdengarkan rekaman wawancara berita actual yang sudah di edit. Biasanya ini dilakukan untuk tujuan agar isi lebih efektif waktu dan mencari poin-poin jawaban sehingga diperlukan proses editing.&lt;br /&gt;2. Wawancara untuk tujuan promosi wawancara ini tentu tujuannya agar menarik materi didalamnya tentu disiarkan tunda untuk kepentingan sponsor/pengiklan&lt;br /&gt;Dari dua Jenis itu tentu tujuannya sama mengejar hal-hal yang actual.&lt;br /&gt;Dan mengenai tips wawancara seiring dengan waktu berjalan selalu mengalami perkembangan dan standard masing-masing radio tentu beda-beda dalam strategi wawancara .Namun demikian saya coba inventarisir  kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pewawancara dalam hal ini saya sebut saja penyiar  ketika wawancara :&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Penyiar  Tidak punya planning sebelum wawancara, tidak mempelajari apa materi wawancara  juga pengaturan waktu saat wawancara . contoh bila narsumber 3 orang apa strategi pengaturannya. Sehingga sering narasumber yang seharusnya lebih penting untuk diungkap keterangannya malah kebagian sedikit waktu  itupan mendapat pertanyaan yang sepele .&lt;br /&gt;2. Penyiar bertanya dengan kalimat bertele-tele dan mutar-mutar,akhirnya inti pertanyaan jadi kabur.&lt;br /&gt;3. Penyiar terlalu kaku dengan dengan daftar pertanyaan yang ia pegang . Seharusnya daftar pertanyaan diipakai untuk umpamanya bila kita tidak puny ide pertanyaan lagi baru melihat daftar. Jadi sebaiknya hinder membaca daftar pertanyaan.&lt;br /&gt;4. Penyiar tidak memperhatikan dan jeli pada point ucapan yang terlontar padahal itu bisa dikejar untuk diperdalam dan dipertajam.&lt;br /&gt;5. Penyiar minder dengan sang naraumber yang mungkin orang terkenal dan memiliki kedudukan terhormat&lt;br /&gt;6. Penyiar tidak memposisiskan diri pada kesamaan derajat sehingga dia menggunakan kalimat yang menunjukan rasa hormat contoh : Penyiar kikuk kalau kalau menggunakan kalimat “anda” ..&lt;br /&gt;7. Penyiar tidak paham posisi dirinya adalah pewawancara tapi malah dia sering beropini.dan berkomentar .Ketahuilah pendengar itu yang ditunggu adalah jawaban narasumber bukan opini sang penyiar . yang ditunggu pendengar adalah pertanyaan yang mewakili perasaan pendengar . inilah hal yang cukup sulit  yang harus ditempuh . (diblog ini kami pernah menulis PRESENTER HARUS BELAJAR JADI PEMIRSA silahkan dibaca kembali)&lt;br /&gt;8. Penyiar terlalu pasrah dengan jawaban narasumber dan membiarkan narasumber  bicara sampai habis padahal jaswaban yang panjang tidak mengandung unsur pengungkapan fakta . Solusinya sela dengan pertanyaan yang lain.&lt;br /&gt;9. Penyiar entah disengaja atau tidak menatap wajah narasumber dengan wajar&lt;br /&gt;10. Penyiar j memperlihatkan posisi seolah hakim atau polisi yang punya prinsip menginterogasi banyak narasumber tidak suka dengan cara seperti ini .Bukankah seseorangyang mau diwawancarai sudah memberikan pengorbanan waktu dll?&lt;br /&gt;11. Penyiar sering mengeluarkan kalimat penegas yang mubazir&lt;br /&gt;.contoh&lt;br /&gt;Narasumber : saya merasa  ini sebuah ketidak adilan yang saya rasakan&lt;br /&gt;Penyiar : Ohh jadi ketidak adilan yang anda rasakan&lt;br /&gt;12. Penyiar tidak netral dalam wawancara seharusnya penyiar itu independent.&lt;br /&gt;13. Penyiar terlalu gampang diatur narasumber untuk mengeluarkan daftar pertanyaan yang disediakan narasumber sebaiknya penyiar jangan mau diatur.Kecuali kalau itu wawancara promosi ,itupun penyiar tetap tidak kaku .&lt;br /&gt;14. Penyiar mengelurakn pertanyaan kalimat awal mubazir “pertanyaan berikutnya adalah”, “kalau boleh kami tahu”,&lt;br /&gt;15. Penyiar mengeluarkan bunyi yang mengganggu seperti Oh ya ya..Oh ya ya,  he eh, he eh .&lt;br /&gt;16. Penyiar terjebak debat berkepanjangan&lt;br /&gt;17. Penyiar tidak peka jawaban narasumber itu tajam atau tidak&lt;br /&gt;18. Penyiar tidak mampu mengeluarkan  improvisasi yang disengaja dan improvisasi reflek.&lt;br /&gt;Wawancara adalah urat nadi bagi sebuah radio berita dan juga sebagai patokan profesional atau tidak sang penyiar . Jadi apakah kita mau jadi penyiar yang biasa-biasa saja atau luar biasa tinggal pilih…….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-4457378028697844360?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/4457378028697844360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=4457378028697844360&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4457378028697844360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4457378028697844360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/09/18-kesalahan-saat-wawancara.html' title='18 Kesalahan Saat Wawancara'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-6477585041338977183</id><published>2009-08-13T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-13T21:27:42.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kemerdekaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='HUT'/><title type='text'>Merdeka !!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SoTi-YYJa-I/AAAAAAAAAfc/sokxF2uQV04/s1600-h/BRAM+DAN+MERAH+PUTI+H+RADIO.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 178px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SoTi-YYJa-I/AAAAAAAAAfc/sokxF2uQV04/s200/BRAM+DAN+MERAH+PUTI+H+RADIO.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5369666217055972322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap ada peringatan HUT kemerdekaan RI saya selalu ingat ucapan teman dia bilang lho Indonesia berpuluh-puluh tahun merdeka masa bram belum  bisa email ?. Saya balik nanya lho masak urusan hari merdeka diukur dari rakyatnya bisa email atau tidak , seharusnya kalau penyiar ukurannya bisa siaran atau tidak itu baru pas&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Lama kelamaan  pertanyaan teman  itu juga faktor pemicu saya bisa email-an . Dan memang tehnologi itu bukan miliknya ilmuwan saja. Dan sekarang saya juga membuat ucapan yang sama bila ketemu teman yang tidak bisa email-an…sudah 64 tahun merdeka belum bisa email.... Yah intinya sindiran ,kritik itu nikmat ,kritik itu informasi yang baik.&lt;br /&gt;Tulisan lalu saya menulis judul sudah saatnya penyiar meng-ONLINE-kan dirinya itu dengan maksud agar awak radio tidak gaptek. Agar awak radio jangan jadi “penonton” ketika tehnologi itu melenggang. Padahal itu bisa dijadikan peluang bagi awak radio secara pribadi dan Radio sebagai institusi. Sekarang cara awak radio meng-online-kan dirinya macam-macam ,ada yang nge-Blog dan Face book  ,radio online dan lain-lain. Bisa jadi wawasan berpikir awak Radio berubah kearah yang positip.&lt;br /&gt;Minggu pagi 9 Agustus lalu saya baca salah satu koran lokal di Bali  dimana inti beritanya Bupati Jembrana memergoki  oknum PNS  di lingkungan Pemkab sedang  Facebook-an saat jam kerja .&lt;br /&gt;Bupati menganggap ini akan merusak kinerja.  Selanjutnya Bupati memerintah ahli IT nya untuk memblokir situs facebook . Langkah ini tepat  karena  bisa jadi dilakukan saat jam kerja dan kontra produktif dengan tugas sebagai abdi masyarakat.&lt;br /&gt;Disisi lain Bupati seharusnya bangga juga melihat PNS bisa facebook-an  itu artinya PNS sudah melek tehnologi dan sebenarnya para PNS yang demam facebook ini bisa disalurkan ke hal hal yang produktif dengan tetap bisa gunakan fasilitas Book .&lt;br /&gt;Masalahnya facebook-an  saat jam kerja bisa saja indikasi  oknum PNS tersebut yang tidak punya job description  yang jelas sehingga ada yang kerja sibuk ada yang kekurangan pekerjaan.&lt;br /&gt;Namun karena tidak ada yang mengarahkan  mereka pada  facebook maka facebook menjadi kambing hitam lalu diblokir. Sebaiknya para PNS meski di giring untuk menggunakan facebook yang lebih mendukung kinerja instansi.  Contoh tiap kantor di lingkungan pemkab bisa gunakan facebook untuk komunikasi dengan masyarakat dalam urusan yang produktif misalnya Tanya jawab masalah perijinan usaha,pengaduan masalah layanan umum, untuk komunikasi pimpinan dan rakyat setempat dengan permasalahan aktualnya, bukankah ini sesuatu mengasyikan dan produktif?.&lt;br /&gt;Masalah face book yang dialami pemkab Jembrana sebenarnya dulu dialami dilingkungan radio. Awak Radio facebook-an saat  siaran  sehingga siarannya jadi kurang konsentrasi. Masalahnya facebook-annya tidak ada hubungannya dengan siaran . Jadi memang benar  Apapun tehnologinya tergantung orang yang menggunakannya.&lt;br /&gt;Kita memang harus kenalkan tehnologi sedini mungkin pada awak radio agar tidak gaptek. Kita harus sadar bahwa buta hurup dimasa mendatang adalah mereka yang tidak bisa internet.&lt;br /&gt;Jadi sebelum memblokir kita kaji dulu apa yang perlu diatur agar produktif. Di Tim kami Radio Facebook bisa dipakai untuk komunikasi antara Radio dengan penggemarnya . Bahkan di Radio Global seluruh penyiar wajib  mampu  menggunakan Facebook. Karena di global FM email, face book dan nomor SMS selalu diumumkan ke  pendengar sebagai   jalur komunikasi timbale balik. Contoh  sebagai ajang berkirim salam ,permintaan lagu ,bisa juga digunakan tempat untuk bertanya, beropini ketika ada satu thema yang diangkat di radio.  Bahkan facebook bisa mempromosikan radio pada calon pengiklan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kecenderungan pendengar pelan tapi pasti hijrah dari main SMS-an menuju ke Facebook sebab kecenderungan era sekarang dan masa mendatang  orang banyak beli smartphone yang sudah dibenamkan internet .Hp semahal apapaun kecenderungannya harga bekasnya turunya drastis ini yang bikin orag gampang punya smarth phone. Biaya internetan di HP juga semakin murah pulsanya sehingga facebook jadi sasaran untuk sebuah komunikasi. Kondisi inilah yang harus ” dibaca”  orang radio yaitu apa yang bisa radio lakukan  ketika fenomena ini terjadi. Dan hal yang paling penting adalah komunikasi antara radio dengan pengiklan bukankah ini hal yang paling pokok dari radio .&lt;br /&gt;Secara institusi Radio meski meng-ONLINE-kan siarannya  agar sinergis ,pendengar dari seluruh Indonesia bisa manfaatkan radio online untuk mendengarkan secara live siarannya dan menulis opininya lewat face book kemudian oleh penyiar  opini yang dikirim lewat face book diudarakan. Fasilitas untuk meng-ONLINE-kan radio saat ini sudah ada yang instant murah dan tidak ribet Kita tentu berdecak kagum ternyata Facebook dan radio online itu mengasyikan dan produktif bila  kita serius mengarahkannya . Pemasang iklan  pasti lebih tertarik pada radio yang tampil beda dan akrab dengan tehnologi. Dan akhirnya semua tergantung SDMnya .&lt;br /&gt;Radio yang tidak akrab tehnologi dan tidak mau membuat perubahan akan digilas ! dan terbengong-bengong. Benar kata orang tehnologi memang tidak semua harus dituruti tapi kita patut untuk menganalisa tehnologi yang mana yang pantas  dan jadi kebutuhan mutlak untuk radio .&lt;br /&gt;Penyiar secara pribadipun tidak mesti semua tehnologi dipelajari tapi analisa kebutuhan yang mana yang pantas kita geluti itulah yang harus ditekuni atau anda punya pendapat lain? (bramw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-6477585041338977183?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/6477585041338977183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=6477585041338977183&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6477585041338977183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6477585041338977183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/08/merdeka.html' title='Merdeka !!'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SoTi-YYJa-I/AAAAAAAAAfc/sokxF2uQV04/s72-c/BRAM+DAN+MERAH+PUTI+H+RADIO.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-6288685605751771723</id><published>2009-07-12T22:10:00.000-07:00</published><updated>2009-08-19T18:03:46.369-07:00</updated><title type='text'>Sudah Saatnya Penyiar Meng-online-kan  Dirinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlrFpB8Qf-I/AAAAAAAAAfM/4_Zb4QQKj7Q/s1600-h/PUSAT+KENDALI+SUARA.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 210px; height: 116px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlrFpB8Qf-I/AAAAAAAAAfM/4_Zb4QQKj7Q/s200/PUSAT+KENDALI+SUARA.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357812015397109730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Inilah photo  pusat kendali suara saya   untuk disebarkan penjualannya lewat internet . Boleh dibilang home industri suara kecil-kecilan  . Studio ini masih jauh dari kelayakan studio yang sebenarnya  ,dibilang studio tidak ada ciri-ciri studio dibilang tidak ada ciri-ciri hasilnya sudah ada yang masuk ke rekening  he he   .  Kecil-kecilan dan sederhana namun Alhamdulillah mampu beri arti tersendiri . Untuk photonya saja pakai HP butut,jadi agak  bureng. Yang penting niat dan ACTION NYATA&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari status Gaptek stadium 3  saya coba mengenal sedikit demi sedikit dunia maya  . lalu saya coba mengonlinekan suara saya atau bahas kerennya ber Bisnis  ONLINE  ,Arsip hasil pekerjaan di ONLINE kan , &lt;a href="http://nutrisibali.blogspot.com/"&gt;jualan produk pelangsing  di online khan&lt;/a&gt; ,jualan &lt;a href="http://pullsa.blogspot.com/"&gt;pulsa di online khan&lt;/a&gt; ,entah apalagi yang di Onlinekan lagi pokoknya tetap siaga terus . Ide dan ilmu ini sedikit demi sedikit saya dapatkan dengan cara belajar sendiri ,gurunya teman-teman yang wajahnya tidak diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bentuk perjuangan  demi sesuap nasi dan  seember berlian  he he   . Ruangan studio  tidak kedap suara  jadi kalau si blacky tetangga menggong- gong  saya harus berhenti take voice sebab  diskenarionya tidak ada efek suara anjing  maka blackynya tetangga benar-benar jadi gangguan utama . Tapi bila skenarionya ada si blacky  sangat berjasa hitung-hitung saya tidak lagi- masukan suara efek lagi .kalau ada hujan lebat ada suara  hujan masuk .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="fullpost"&gt;Dengan prinsip  belajar  dan tidak malu tanya kanan  kiri  saya mampu"mencuri ilmu".  Prinsip meniru dan meniru secara positip jadi acuan untuk maju.  Ternyata   benar hobi bisa bikin “hidup semakin hidup”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu tekankan pada teman penyiar bahwa kita selaku penyiar pasti punya potensi dan  kesempatan untuk maju bila kita mau menggali dan sadar akan potensi diri . Soal itu berhasil atau tidak itu urusan nomor kesekian. Menggalipotensi penyiar  tidak harus di internet  tapi jaman sekarang ini sebaiknya kita semua harus “mencicipi” dua dunia yaitu dunia online dan offline..Sudah saatnya penyiar mengonlinekan dirinya. Sekarang ini apa sih yang tidak bisa di Online-kan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.Dari cerita ini ini saya bisa mengambil kesimpulan sendiri ternyata  kalau kita menikmati sebuah kesulitan  tehnologi dimasa lalu kita akan mampu keluar dari kesulitan tehnologi rekaman dimasa sekarang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah yang bisa diambil secara umum adalah kesulitan dimasa lalu yang  sudah dijalani dengan tekun dan sabar ikhlas Insya Allah akan beri manfaat dimasa mendatang . Akhirnya pusat kendali ada di Niat dan Action .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-6288685605751771723?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/6288685605751771723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=6288685605751771723&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6288685605751771723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6288685605751771723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/07/sudah-saatnya-penyiar-mengonlinekan.html' title='Sudah Saatnya Penyiar Meng-online-kan  Dirinya'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlrFpB8Qf-I/AAAAAAAAAfM/4_Zb4QQKj7Q/s72-c/PUSAT+KENDALI+SUARA.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-2810959986508999834</id><published>2009-07-09T22:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-09T22:47:14.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='narasumber'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tv'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>Narasumber Perlukan Belajar Jadi Narasumber</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlbNK4X8JpI/AAAAAAAAAfE/OTQsMsRnqqA/s1600-h/IMG1308A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlbNK4X8JpI/AAAAAAAAAfE/OTQsMsRnqqA/s200/IMG1308A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356694393618966162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;kalau biasanya kita sering  mengeluarkan tulisan tentang tips  jadi pewawancara  yang baik sekarang kita bicarakan  Jadi orang yang diwawancarai atau narasumber yang baik  . Tapi apakah selama ini ada narasumber yang baik ?.  Jadi adakah selama ini yang membahas tips menjadi narasumber ?. Ini menarik sekali sebab kalau narasumber yang sudah terbiasa diwawancarai media TV,Radio ,Koran  dll tentu beda dengan yang sudah terbiasa diwawancarai dengan yang belum pernah diwawancarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dibahas masalah ini menurut saya yang namanya narasumber ituada dikalangan atas ,tengah dan bawah. jadi Cara penyampaian merekapun beda. Terkadang inipun tidak mutlak kalangan ataspun kalau memang dia tidak bisa apa yang diucapkan sama output yang dikeluarkan tidak ada apa-apanya. Lalu apakah untuk menjadinarasumber harus ada pelatihan ?.. Tidak yang ada adalah urusan pengalaman saja . Terkadang mereka yang sudah pengalamanpun akan kelimpungan juga tergantung siapa yang mewawancarai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang saya suka dengan jawaban-jawaban polos narasumber ,contoh saya pernah lihat seorang ibu-ibu dikampung diajak wawancara satu meja dengan presenternya berhadap-hadapan yang terjadi jawaban polos dan jujur .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak anggapan yang jadi narasumber pasti orang ahli dan pintar padahal orang yang bodo pun bisa jadi narasumber . Bukankah narasumber itu apa saja oke yang penting untuk menguak tujuan tertentu yang dicari .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari urusan narsumber pintar atau bodo terlepas dari kalangan atas atau bawah. Saya hanya pernah diceritakan oleh seorang pejabat atau tokoh yang terbiasa diwawancara dia memberikan tips memnjadi narasumber yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabalah apa yang menjadi urusan atau keahlian kita, diluar itu jangan coba-coba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah dengan singkat dan tidak bertele-tele&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila menghadapi penyiar atau pewawancara  yang suka mengeluarkan pertanyaan &lt;br /&gt;nakal dan menjebak jangan emosi karena emosi akan mengeluarkan kata dan kalimat&lt;br /&gt;tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita ditanyai komentar yang kita tidak tahu persis katakan no coment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang penting punya ilmu ngecap harus dimiliki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan menggunakan kata atau kalimat yang muter-muter karena akan cenderung membuat hang pikiran kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin menuduh kelompok atau orang maka gunakan kata tertentu misalnya :" saya&lt;br /&gt;yakin ini ulah kelompok tertentu".Karena sudah sering seorang narasumber langsung berperkara dengan orang setelah bicara di media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips ini akan tidak ada artinya bila pewawancara/penyiar yang  lebih pintar jadi kesimpulannya tips ini bisa dipakai boleh tidak . Tips ini juga tidak berguna bila yang diwawancarai rakyat jelata . Kita tahu juga selama ini tidak ada lembaga pendidikan narasumber (Bramw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-2810959986508999834?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/2810959986508999834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=2810959986508999834&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/2810959986508999834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/2810959986508999834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/07/narasumber-perlukan-belajar-jadi.html' title='Narasumber Perlukan Belajar Jadi Narasumber'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlbNK4X8JpI/AAAAAAAAAfE/OTQsMsRnqqA/s72-c/IMG1308A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-3367397942359309634</id><published>2009-07-06T20:02:00.000-07:00</published><updated>2009-07-06T20:18:04.632-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ontime'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tepat waktu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jam tangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='internet'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='blogging'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Radio'/><title type='text'>Penyiar Dilarang Datang Tepat Waktu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlK72sPmx1I/AAAAAAAAAe8/T-9sDUn-y4w/s1600-h/MIC.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 137px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlK72sPmx1I/AAAAAAAAAe8/T-9sDUn-y4w/s200/MIC.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5355549455160887122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Apa sih  kriteria seorang penyiar yang professional itu?. Mungkin saja standard penilaiannya dari waktu kewaktu akan berubah sesuai dengan jamannya .  Tiap Institusi penyiaran  tentu punya standard  yang harus dilakukan oleh seseorang  untuk dapatkan  keahlian . Ketika seseorang yang  sudah mencapai kondisi  yang “pantas “ tentu dia akan mempunyai kebanggaan  atas  profesinya. Berlatih berbagai keahlian yang menunjang siaran secara ajeg  akan dapat mencapai standard yang tinggi . Yang tidak kalah penting adalah berpikir dan bertindak secara cepat dan rasional ,serta harus  mempunyai pendengaran yang tajam  bila ada suara  yang tidak beraturan  dan segera memperbaikinya.  Ikuti isu-isu yang terjadi dilingkungan kita .  Selalu mengikuti perkembangan tehnologi,  action langsung dengan  mempelajari nya misalnya computer ,dunia internet ,blogging,facebook,email dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Dunia siaran ada perbedaan keahlian yaitu penyiar penata tehnik,piñata music producer,wartawan, dll . tapi jamansekarang ini Penyiar sudah dituntut untuk terjun sebagai wartawan ,edit berita  disamping tugas siaran . maka sekalai lagi saya himbau jadilah penyiar amphibi diudara BISA didarat BISA&lt;br /&gt;Ada radio yang menerapkan sistim  penyiar sekaligus operator  mixer  tapi ada juga  radio dimana penyiar  tidak mengendalikan operasi onal mixer dan lagu . Tentu ini ada kelebihan dan kekurangannya .&lt;br /&gt;Ada penyiar yang merasa nyaman bila langsung mengendalikan mixer ada juga penyiar  tidak nyaman   hanya bertugas bicara saja tanpa memikirkan tehnis  , cuma bicara lalu  memberi  kode jari tangan .&lt;br /&gt;Keahlian penyiar harus mencakup hal-hal seperti :&lt;br /&gt;Keahlian mengolah Suara dan bahasa artinya antara pikiran dan suara mampu bersinergi mengeluarkan output suara yang punya makna . karena penyiar selalau DIANGGAP LEBIH BAIK oleh pendengarnya.&lt;br /&gt;Tehnik pengoperasian Mikropon , Suara penyiar bagus dan  jelek tergantung juga jenis micnya  untuk itu penyiar harus punya kepekaan yang  tinggi atas kondisi ketika dia siaran ,mengatur bas treble yang sesuai dengan karakternya dai harus mampu mengaturnya sendiri dan dia harus hapal betul standard tehnis untuk vokalnya sendiri&lt;br /&gt;Perencanaan dan Penyajian acara . Penyiar   selalu mempersiapkan apa yang seharusnya disiapkan untuk kelancaran siaran  kalau perlu punya prinsip  satu kata yang terlontar dari mulutku harus punya makna&lt;br /&gt;Mampu mengatasi permasalahan ( problem solving ) dadakan yang muncul  dan cepat ambil keputusan.&lt;br /&gt;Mampu berkomunikasi dengan baik atau  kompak dengan sesama team.&lt;br /&gt;Penyiar jangan punya kebiasaan suka mendengar radio nya sendiri saat dirumah tapi dengarkanlah  dengan porsi yang seimbang antara radio tetanggga /kompetiter dan radio kita sendiri . Ini akan membuat sang penyiar bisa mengetahui apa kekurangannya danapa kelebihannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghargai waktu ini penting karena pekerjaan penyiar tentu dihitung dan dipacu dengan waktu. Dia harus tahu bila siaran jam 10 karena dijalan sering macet maka patokannya berangkat dari rumah jam berapa. Siaran molor 5 menit adalahsebuah kesalahan besar karena biasanya pendengar kita jarang melihat jam tangannya tapi hanya mendengar acara dia sudah mengatakan sudah jam 10 karena acara ini muncul jam 10 dia hapal betul  untuk jam siaran . Berbahagialah bial ada Radio yang bikin pendengrannya tidak lihat jam tangan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya karena itu siaran itu dimana-mana harus ada persiapan tehnis dan materi  agar mantap dan berisi . Satu kesalahan yang muncul akan berakibat  sang penyiar tidak bisa tidur semalaman ,satu kesalahan dari penyiar itu akan menggambarkan kesalahan Radio sebagai institusi karena citra penyiar adalah citra perusahaan .  Solusinya  datangalah lebih awal  ke studio .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada istilah datanglah tepat waktu atau  on time maka prinsip ini salah&lt;br /&gt;Penyiar yang datang tepat waktu itu justru tidak profesional . bagaimana mungkin siaran jam 3 datangnya juga jam tiga apa tidak ngos-ngosan secara  fisik dan mental ?. ini saya teliti pernah terjadi karena alasana macet .  Bahkan ada istilah datang lebih awal pulang lebih lambat itulah prinsip yang benar  yang meski diterapkan penyiar .(Bramw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-3367397942359309634?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/3367397942359309634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=3367397942359309634&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3367397942359309634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3367397942359309634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/07/penyiar-dilarang-datang-tepat-waktu.html' title='Penyiar Dilarang Datang Tepat Waktu'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SlK72sPmx1I/AAAAAAAAAe8/T-9sDUn-y4w/s72-c/MIC.bmp' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-908866847373825011</id><published>2009-07-02T19:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-02T20:31:23.236-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Situs Mitra BBC'/><title type='text'>SITUS MITRA BBC</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sk17Wh1cacI/AAAAAAAAAes/v1gv8JqFL0Y/s1600-h/SITUS+MITRA+BBC.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sk17Wh1cacI/AAAAAAAAAes/v1gv8JqFL0Y/s200/SITUS+MITRA+BBC.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354071158983256514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://bbc.co.uk/partners/indonesian"&gt;Situs Mitra BBC&lt;/a&gt; sebuah langkah yang inovatif dari BBC Siaran Indonesia  untuk saling mempererat hubungan antara Radio Mitra di seluruh Indonesia. Sebagai institusi dunia BBC tahu betul apa yang menjadi kebutuhan Radio di Indonesia .Situs Mitra BBC ini diharapkan   mampu  menggenjot kualitas siaran radio dan crew radio secara personal. Sebab didalam situs ini setelah di ekplorasi banyak ilmu-ilmu tentang jurnalistik radio yang bermanfaat . Bukan kerjasama dibidang penyiaran bersama saja tapi lebih dari itu sebuah keinginan BBC untuk menjadikan SDM radio yang handal dan profesional  . Langkah ini  kerap diwujudkan seperti pelatihan jurnalistik Radio yang gencar dilakukan di Radio mitra BBC terutama di radio Global FM Bali&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam kata sambutan di situs  yang hanya bisa diakses oleh anggota Mitra BBC ini ,Menuk Suwondo, Kepala BBC Siaran Indonesia berharap Melalui situs ini bisa  menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan kerjasama  misalnya informasi tentang program mingguan, program seri khusus BBC, informasi tentang promosi bersama dan kegiatan lapangan bersama mitra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh Menuk menjelaskan melalui web ini Mitra BBC  dapat mengunduh audio program yang tersedia dan trailer audio untuk promosi. Serta dapat mengirim pesan langsung kepada BBC tentang berbagi topik, misalnya bila ada perubahan penting di stasiun radio mitra diIndonesia , pergantian pengelola atau ada perkembangan bisnis dan teknologi yang di pakai, gangguan teknis, saran, pertanyaan, tanggapan atau hal-hal lain yang  relevan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-908866847373825011?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/908866847373825011/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=908866847373825011&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/908866847373825011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/908866847373825011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/07/situs-mitra-bbc.html' title='SITUS MITRA BBC'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sk17Wh1cacI/AAAAAAAAAes/v1gv8JqFL0Y/s72-c/SITUS+MITRA+BBC.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-1421517340543906723</id><published>2009-06-26T22:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T19:12:27.373-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>TERMASUK JENIS  PENYIAR  YANG MANAKAH ANDA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkhN7b6N_GI/AAAAAAAAAec/3aqF0SUJ70g/s1600-h/PHOTO+TANGAN.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkhN7b6N_GI/AAAAAAAAAec/3aqF0SUJ70g/s200/PHOTO+TANGAN.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352613840629398626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengarkan dalam&lt;a href="http://www.box.net/shared/sqvhsz0s2r"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 153, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;blink&gt;Versi Suara &lt;/blink&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar wawancara secara outodidak pasti bisa dilakukan untuk penyiar  . Banyak penyiar sukses hanya dengan latar belakang pengalaman saja walaupun pendidikan dan kursus kepenyiaran sama sekali tidak pernah dijalani .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diteliti  penyiar  ada banyak jenisnya  ini dilihat dari cara mereka wawancarai nara sumber  Memang tidak ada buku yang mengatagorikannya tapi bagi  kita praltisi  sangat jelas bisa terlihat berdasarkan  kelakuan  penyiar saat wawancara ,berikut katagori nya:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Katagori Pertama&lt;br /&gt;Type penyiar  bila wawancara  pasrah dengan jawaban narasumber  Asal Tanya yang penting dijawab dan kemudian melangkah pertanyaan selanjutnya,tanpa ada keinginan mengeluarkan pertanyaan pancingan ,menyetir atau mengarahkan sesuatu yang belum jelas menjadi jelas dan tuntas  . Penyiar ini kecenderungan akan merasa bahagia bila dikasih daftar pertanyaan. Biasanya ini terjadi pada penyiar baru . Tapi adakalanya penyiar senior juga masih banyak bergaya penyiar baru terus -terusan . Ini terjadi karena tidak ada yang mampu mengarahakan atau tidak ada evaluasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katagori Ke Dua&lt;br /&gt;Type penyiar bila wawancara muter-muter kalimatnya  dan suka beropini . Akibatnya wawancara tidak menemukan jawaban yang memuaskan . Type penyiar yang saat wawancara suka beropini dan keluarkan pendapat pribadinya hanya menghabiskan nafasnya dan membuang durasi acaranya sendiri . Type penyiar ini memang terkesan pinter  tapi  bukankah acara wawancara itu bukan untuk mendengar opini atau pendapat penyiar tapi menguak apa yang ada dibenak narasumber. Penyiar seperti ini akan terjebak pada posisi yang tidak netral dan akan ketahuan isi hatinya apakah sang penyiar memihak pada orang tertentu atau golongan tertentu . Padahal ada aturan pewawancara tidak boleh beropini .&lt;br /&gt;(Contoh saya pernah mendengar  penyiar bertanya pada narasumber seperti ini  : "menurut saya ini kesalahan fatal dan ada indikasi pelakunya orang dalam ,lalu bapak sendiri menilai seperti apa " ....&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;kata "MENURUT SAYA"  itu berarti penyiar  ini mengeluarkan pendapat pribad&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; seharusnya gantilah pertanyaannya seperti ini " menurut opini yang beredar di masyarakat  ini adalah kesalahan fatal dan indikasinya ada orang dalam terlibat ,menurut bapak sendiri bagaimana . ? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katagori ke Tiga&lt;br /&gt;Type penyiar  bila wawancara kalimatnya singkat tajam selalu focus namun mampu explorasi pertanyaan.  Mampu improvisasi  dengan baik .Apa yang terucap netral .Type penyiar ini benar-benar mengargai durasi. Satu detikpun  berharga  sehingga ia punya prinsip bicara  bertanya yang efektif  dan  menguak fakta .insting pertanyaan begitu peka  baginya  satu kalimat harus berguna ketika terlontar dari bibirnya . Dia mampu memotong kalimat narasumber saat nada turun /tuntas dengan baik tanpa mengganggu kenyamanan yang mendengar  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips yang paling baik lakukan proses-proses peniruan pada penyiar idola anda saat wawancara . Inilah salah satu kesuksesan yang bisa anda raih ,mintalah masukan saran dan kritik dari senior atau pemirsa anda . Pengalaman saat kita mengudara  bisa dijadikan proses pembelajaran yang baik apalagi menemukan narasumber dengan berbagai karakter akan menjadikan penyiar semakin punya talenta  luar biasa saat wawancara (bramw)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-1421517340543906723?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/1421517340543906723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=1421517340543906723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1421517340543906723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1421517340543906723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/06/termasuk-jenis-penyiar-yang-manakah.html' title='TERMASUK JENIS  PENYIAR  YANG MANAKAH ANDA'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkhN7b6N_GI/AAAAAAAAAec/3aqF0SUJ70g/s72-c/PHOTO+TANGAN.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-5114387566884517473</id><published>2009-06-23T21:33:00.001-07:00</published><updated>2009-06-24T18:15:20.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Presenter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>WAWANCARA  DENGAN KALIMAT "MUTER-MUTER"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkGtedOlF5I/AAAAAAAAAeU/X-oanKKK1C8/s1600-h/IMG1135A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkGtedOlF5I/AAAAAAAAAeU/X-oanKKK1C8/s200/IMG1135A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350748571046320018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;           Dengarkan &lt;a style="color: rgb(51, 51, 255);" href="http://www.box.net/shared/kg0x88flz6"&gt;&lt;blink&gt;(VERSI SUARA)&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:verdana;" &gt;A&lt;/span&gt;langkah nikmatnya sebuah wawancara bila presenter mengeluarkan pertanyaan yang fokus  dan narasumber menjawab dengan fokus  juga . Namun dalam wawancara jangan berharap terlalu besar untuk mendengar jawaban yang focus, justru yang  paling penting  presenternya  yang harus membuat pertanyaan yang fokus tajam dan tidak muter-muter. Bukankah yang pegang setir  itu presenternya&lt;br /&gt;Benarkah wawancara dengan kalimat  “muter-muter”  akan  berhasil  menguak fakta  atau justrtu sebaliknya  . Mari kita tinjau beberapa peristiwa yang sering saya dengar dan saya alami sendiri saat wawancara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu acara di TV dan Radio saya  dengar seorang presenter bertanya:&lt;br /&gt;Presenter :&lt;br /&gt;“ Siapakah pihak yang anda tuding sebagai yang bertanggung jawab  ?,sebab  banyak persoalan yang dialami tidak ada penyelesaianya. Kemudian disisi  lain Masyarakat sudah apatis dengan janji –janji  lalu sebenarnya apa sih yang terjadi  dibalik itu semua,rakyatingung pak , bukankah  ini  sangat merugikan ? pendapat anda ?”&lt;br /&gt;Narasumber : “Oh jelas merugikan dong……dst”&lt;br /&gt;Dari pertanyaan  diajukan presenter  yang muter-muter ini  tadi  70 persen narasumber cenderung  hanya mengingat  kalimat terakhir .Maka yang dijawab narasumber adalah pertanyaan terakhir yang menurut saya tidak penting  untuk diketahui . Justru yang penting  kalimat pertama yaitu :  siapakah yang anda tuding bertanggung jawab .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-5114387566884517473?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/5114387566884517473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=5114387566884517473&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5114387566884517473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5114387566884517473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/06/wawancara-dengan-kalimat-muter-muter.html' title='WAWANCARA  DENGAN KALIMAT &quot;MUTER-MUTER&quot;'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SkGtedOlF5I/AAAAAAAAAeU/X-oanKKK1C8/s72-c/IMG1135A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-1182496834927045605</id><published>2009-06-19T22:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T19:08:54.239-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stop dreaming start action'/><title type='text'>STOP DREAMING START ACTION</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sjx5LGzpciI/AAAAAAAAAeM/iT0_DxnbP-A/s1600-h/IMG3163A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sjx5LGzpciI/AAAAAAAAAeM/iT0_DxnbP-A/s200/IMG3163A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349283689122066978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dengarkan &lt;a style="color: rgb(0, 0, 0);" href="http://www.box.net/shared/7jccyvnygb"&gt;&lt;blink&gt;(VERSI SUARA)&lt;/blink&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semasa saya masih berstatus bujangan  saya tergolong  hantu experimen maaf kalau saya menilai diri saya sendiri  . Tapi untungnya eksperimen kearah yang positip dan tidak merugikan orang . Eksperimen saya ini tentu hanya  pada wilayah yang digeluti dan sukai  .  Karena bagi saya apapun membutuhkan percobaan . Coba cari didunia ini apa sih yang  tanpa percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 tahun  lalu ada sebuah ledekan yang  tentu membuat saya  mbregidik   saya ini dianggap gaptek stadium 3 .  Saya Cuma senyum karena memang kenyataannya demikian dan  saya tidak bantah tapi dalam hati saya masih untung bukan  stadium lanjut atau lanjutan dari 3 yaitu 4 ,bukankah   deret hitung  tidak hanya 1,2,3 ?. Jadi saya masih punya kesempatan luas untuk  untuk menjadi orang  yang berstatus haus  belajar .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin banyak yang tidak percaya saya selama ini belajar editing suara dengan software cool edit pro  justru dari seorang buta namanya  &lt;a href="http://bramwijaya.blogspot.com/2008/05/dia-buta-tapi-penglihatannya-tajam.html"&gt;Yuswidi  atau dikenal dengan nama Jayus&lt;/a&gt; . Dia mengajari saya dengan tulus dan ikhlas tanpa minta bayaran padahal  untuk menuju rumah saya dia berjalan dengan meraba-raba  dan naik turun angkot sampai 3 kali.  Cara dia memperlakukan saya yang ingin belajar dia lakoni dengan perasaan suka sambil cari teman katanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayus yang mengalami kebutaan sejak lahir ini  terakhir saya lihat sudah  punya studio music  yang  cukup dikenal dikalangan Radio dan TV  lokal di Bali bahkan hasil dari ketulusannya dia sudah mulai bergaul dengan artis penyanyi. Dan yang luar biasa ordernya  deras mengalir sebagai seorang pemain musik serba bisa dan semua aliran . Padahal dulu dia Cuma dibayar dengan nasi bungkus bahkan hanya ucapan terima kasih saja atau thanks program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin dia akan bahagia  kalau tahu saya yang gaptek stadium 3 yang dulu  ia ajari  editing dan belajar internet kini juga sudah bikin studio suara kecil-kecilan dirumah dan  punya pajangan  suara di dunia maya . Bahkan terakhir ketika saya bertemu dengan Jayus dia menawarkan sinergi  antara kekuatan mimpinya dan mimpi  saya  . Secara singkat dia bilang “aku musiknya  bram pakai suaranya “ .  Namun ini belum terwujud dia sudah terlanjur sibuk dengan aktifitasnya . Saya hanya bisa berdoa semoga saya bisa menyalipnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya pernah dibuatnya tertawa dia pernah bilang:  tahu nggakbram  kaki kursi ini bisa saya jadikan alat musik dan suaranya merdu . Saya menggatakan ah mana mungkin ini khan cuma kaki kursi ,jawab saya . Lihat saja nanti betul ternyata kaki kursi yang terbuatdari pipa di gergaji dan dibolongi bolongi dibuatnya suling lalu di mainkan suara dengan bunyi suling sunda ,suling bali  dll. dari hal kecil ini ternyata dia lalukan action sesuatu yang tidak mungkin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jayus yang  10 tahun silam tinggal didaerah kumuh ini kini sudah  lebih dahulu menggapai mimpinya. Tapi dasar Jayus sudah sukses  sikap  santun dan  ramahnya tidak hilang. Dia terus menciptakan investasi yang tidak nyata terus menerus yaitu investasi  tulus .  Saya jadi ingat kata &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/"&gt;Jokosusilo lewat blog motivasinya&lt;/a&gt; dan ebooknya bahwa uang bisa muncul dari hobi.  Bagi sayaJoko Susilo sudah menjadi teman sekaligus guru juga di dunia maya .Joko susilo terus menerus mengirimi email berkalanya agara &lt;a href="http://www.jokosusilo.com/2009/06/20/kontes-seo-joko-susilo-stop-dreaming-start-action-dibuka/"&gt;stop dreaming start action.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu saya hanya mimpi bahwa mana mungkin suara saya bisa tampil bertengger  Radio  dan TV sekarang Alhamdulillah  sudah terwujud  ,serta company profile produk terkenal  juga dari suara saya .&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bahkan yang tidak pernah saya impikan malah muncul yaitu pakai pesawat pulang pergi hanya untuk mengisi suara iklan durasinya cuma sa iprit .&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Mungkin ini efek dari action dan perjuangan saya .  Yang lainnya yang juga bonus yang tidak diimpikan yaitu jualan suara dan memajangkan suara lewat Blog di  internet dan sudah menghasilkan  pokoknya Alhamdulillah sudah terwujud  .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata benar bahwa kesuksesan hanya  dibatasi  niat atau tidak niat . Dan yang lebih penting  mimpi kita ini  harus di genjot dengan ACTION , DOA  dan terus BELAJAR tanpa Henti . Membuat Blog dan Menulis di Blog juga tidak pernah saya mimpikan ..sekali lagi mungkin ini bonus hasil dari  kekuasaaNYA  lah yang menuntun saya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-1182496834927045605?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/1182496834927045605/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=1182496834927045605&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1182496834927045605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1182496834927045605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/06/stop-dreaming-start-action.html' title='STOP DREAMING START ACTION'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sjx5LGzpciI/AAAAAAAAAeM/iT0_DxnbP-A/s72-c/IMG3163A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-6961061631086650136</id><published>2009-06-15T22:18:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T18:49:12.636-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='stadium'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngeblog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gaptek'/><title type='text'>GAPTEK STADIUM 3</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SjcyEoDzmzI/AAAAAAAAAeE/C2rvZCAiVUU/s1600-h/BRAM.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 233px; height: 158px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SjcyEoDzmzI/AAAAAAAAAeE/C2rvZCAiVUU/s200/BRAM.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5347798137580002098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tidak  terasa ternyata usia Ngeblog saya 16 Juni 2009 sudah setahun bertepatan juga dengan usia saya sudah 44 tahun.  Kalau diceritakan panjang sejarahnya padahal kalau di pikir-pikir saya ini sebenarnya gaptek stadium 3 untuk urusan komputer dan internet  . Berbekal niat yang besar  serta kebaikan dari sesama blogger saya bisa curi ilmu ngeblog .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari awal ngeblog sampai sekarang saya belum begitu serius memikirkan bagaimana menggenjot pengunjung yang banyak , tapi yang diperjuangkan  bagaimana  agar saya bisa percaya diri menulis dan berkreasi . Untuk wujudkan itu langkah itu&lt;br /&gt;pertama  adalah memuaskan bathin saya terlebih dahulu  .Ketika berkreasi di blog ini  pikiran saya  yang membuka blog ini hanya satu orang yaitu saya sendiri . Tidak heran bila terkadang blog saya terlalu rame pernak pernik perabotan blog.Karena prinsip saya semua harus dicoba selama itu gratis he he .&lt;br /&gt;Hebatnya saat ngeblog ..belum selesai belajar yang ini muncul ilmu lain dari kawan -kawan  wuhh bingung karena eksperimen terus maka kadang-kadang tulisan kurang rapi banyak kalimat yang salah apalagi saat itu saya punya rencana utama untuk jualan suara sempat terkatung-katung. Tapi syukur Alhamdulillah order datang disaat blog masih berantakan .(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-6961061631086650136?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/6961061631086650136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=6961061631086650136&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6961061631086650136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/6961061631086650136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/06/gaptek-stadium-3.html' title='GAPTEK STADIUM 3'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SjcyEoDzmzI/AAAAAAAAAeE/C2rvZCAiVUU/s72-c/BRAM.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-7913532997701002930</id><published>2009-05-26T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T23:02:06.902-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pengulangan kata'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='syndrome'/><title type='text'>"Syndrome " Pengulangan Kata  Pada Penyiar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ShzU_zt2qyI/AAAAAAAAAd0/OjD1CSPqkfI/s1600-h/IMG3894A.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ShzU_zt2qyI/AAAAAAAAAd0/OjD1CSPqkfI/s200/IMG3894A.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5340377450833947426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi penyiar merupakan keharusan di instiusi Radio khusus untuk penyiarnya  . Mendengar hasil rekaman siaran penyiar saat siaran adalah sesuatu yang efektif dilakukan karena disana ada bukti yang nyata atas kekurangan dan kelebihan penyiar . Lalu catat daftar kekurangan kita  dari penggunaan kalimat,pemutaran lagu termasuk mixing dan wawancara diudara &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Terkadang sebagai penyiar selesai siaran lalu pulang selanjutnya tidak ada upaya bertanya pada diri sendiri : kurang apa aku ya??  . Memang sulit untuk mengetahui kekurangan sang Aku, tanpa bantuan penilaian orang lain agak sulit. . Saya jadi ingat  kata sebuah iklan produk parfum yang mengatakan bau pada tubuh kita tidak bisa kita cium . Itu artinya orang lainlah yang  mampu mengendusnya . soal endus mengendus biasanya pemirsa ahlinya . AMatan saya bukansebagai ahli bahasa tapi mengamati pertilaku saat bicara diudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan kita mendengar Penyiar ,Master of Ceremony  (MC) nasumber ,atau masyarakat umum kalau bicara menggunakan kata yang terulang-ulang. Kondisi ini terjadi benar-benar tanpa disadari oleh yang bersangkutan . Pengulangan kata juga sering terdengar dari masyarakat umum saat berkomunikasi. Pengulangan kata yang dilakukan oleh masyarakat umum kita maklumi saja karena mereka tidak menjadi penyiar . Tapi yang  menjadi sorotan adalah  justru ini dilakukan oleh penyiar sebagai ujung tombak dan panutan  . Saya merasa yakin  ini dilakukan tanpa disadari ,walaupun sepele tapi mengganggu . Bila ini terjadi pada penyiar maka pemirsa akan menilai apakah penyiar ini tidak punya koleksi kalimat? .. Nah sekaranglah saatnya kita menyadarinya . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendengar ketika beropini diudara disapa pendengarnya …”halo selamat pagi mbak oke . …lho nama  saya bukan oke pak . Penyiar ini kebingungan  ,sehabis siaran dia masih bertanya kenapa aku dipanggil mbak oke . ternyata selidik punya selidik sang penyiar ini sering menyebut kata oke  terulang-ulang . Padahal dia termasuk penyiar idola dan senior . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita lain seorang teman  memanggil saya untuk mendengarkan penyiar radio tetangga .lalu  dia  bertanya  ceritanya  ngetes apa saya ini jeli atau tidak “ ayo tebak apa yang aneh dari penyiar ini ?” tidak ada yang aneh kata saya  cuma  yang  kurang ada  ternyata penyiar ini banyak mengeluarkan  suara yang tidak perlu dan terlalu banyak mengulang-ulang suara tanpa arti  dan ini sangat mengganggu . Betul kata teman saya tadi . Kemarin ketika dia siaran dirinya  iseng-iseng menghitung  bahwa penyiar yang ia dengar ini  mengucapkan kata “ gitu ” itu sampai  rata 25 -30 kali dalam  satu sesi bicara .  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kata “ oke”, “gitu” saja   tapi  jenis suara-suara reflek  tanpa makna pun  saya pernah dengar dari penyiar   seperti suara “ee” atau “emhh” terulang-ulang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa kondisi ini bisa terjadi  biasanya ini terlontar ketika  ketika penyiar bicara improvisasi tanpa teks .Dan secara iseng saya pernah menghitung satu sesi bicara bisa penyiar mengeluarkan kata “Ee” sampai 27 kali.padahal dia katagori penyiar senior . Tidak ada yang salah dari kata “okey atau suara “Ee” ini bentuk ekpresi tapi karena terualng-ulang terus menerus  akanmenjadi gangguan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pertama kali siaran secara pribadi saya juga pernah kena syndrome pengulangan kata yaitu  kata ‘ jadi “  secara berulang . Saya tidak sadar malah yang menyadarkan saya adalah pendengar menelpon  saya . “ Mas jadinya jangan kebanyakan “katanya memberi saran.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini salah satu bukti terkadang pendengar lebih tahu dan jeli terhadap hal-hal yang aneh dengan ponyiarnya .  Dari kasus yang saya  kumpulkan, ternyata ada beberapa kata atau ,kalimat dan suara yang  berpotensi  disuarakan terulang-ulang seperti :&lt;br /&gt;1. Yang  mana &lt;br /&gt;2. Okey&lt;br /&gt;3. Dalam artian &lt;br /&gt;4. Sebutkan saja &lt;br /&gt;5. Ee &lt;br /&gt;6. gitu &lt;br /&gt;7. Dari pada &lt;br /&gt;8. Dan &lt;br /&gt;9. Baiklah&lt;br /&gt;10. Katakanlah &lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa bebas saya pribadi inilah yang disebut dengan Syndrome Pengulangan Kata (SPK) syndrome ini ada yang segera bisa hilang tapi ada yang susah menghilangkannnya. Syndrome ini hanya masalah penyakit  kebiasaan ,dan kebiasaan ini jarang  yang berani menegur. Atau bisa jadi yang mendengar tidak sadar kalau ada sesuatu yang aneh dari kebiasaan penyiar bicara. Mengertikah anda apa yang saya maksud ?.  syndrome ini terjadi bukan hanya pada penyiar baru tapi penyiar senior juga ada entah itu penyiar TV atau radio  terutama ketika bicara tanpa teks .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana solusi atau tips untuk menghilangkan kebiasaan ini bukankah ini yang penting.. berdasarkan pengalaman pribadi inilah caranya :  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Latihan bicara sendiri seolah siaran dan rekam &lt;br /&gt;2. Bila ada, tulis di secarik  kertas  lalu tulis  : “Jangan banyak ngomong Okey ” atau tulis “Okey jangan keseringan ”  tulisan ini taruh di  atas mixer /meja saat kita siaran  . Sederhana bukan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengulangan kata sering juga terjadi pada tulisan seperti kebanyakan "yang"dan lian-lain &lt;br /&gt;Tips ini bisa langsung menyembuhkan dan ada yang melalui proses beberapa hari akhirnya hilang . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-7913532997701002930?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/7913532997701002930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=7913532997701002930&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7913532997701002930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7913532997701002930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/05/syndrome-pengulangan-kata-pada-penyiar.html' title='&quot;Syndrome &quot; Pengulangan Kata  Pada Penyiar'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ShzU_zt2qyI/AAAAAAAAAd0/OjD1CSPqkfI/s72-c/IMG3894A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-5008395335555848764</id><published>2009-05-24T21:46:00.001-07:00</published><updated>2009-05-24T21:49:43.604-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='rokok'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pakar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='minuman'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makanan'/><title type='text'>Penyiar Dan Pantangannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Shoi3yswr6I/AAAAAAAAAds/FY2_8EZqnCY/s1600-h/MINUM+MANIS.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 148px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Shoi3yswr6I/AAAAAAAAAds/FY2_8EZqnCY/s200/MINUM+MANIS.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5339618650098806690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini sering ditanyakan adakah hubungan antara kualitas suara dan makanan ,jawabannya ternyata masing-masing orang kondisinya beda-beda , Apa lagi awaban pakar beda-beda . Dan inilah jalan tengah yang saya amati soal makanan . Selama ini yang menggunakan suara adalah para penyanyi penyiar , voice over ,profesi dalang , bukan itu saja para motivatorpun juga mengandalkan suaranya ketika tampil . Ini bukan hasil penyelidikan secara ilmiah tapi hasil sharing antar penyiar juga berdasarkan pengalaman pribadi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bukan hanya makanan , minumanpun terkadang mempengaruhi kualitas suara dan kondisi tenggorokan. Ada yang anti makanan berminyak ketika akan siaran ,sebab katanya akan membuat suara menjadi licin begitu bahasa yang mereka gunakan artinya kalau diterjemahkan suaranya tidak “keset” suara diudara seperti orang yang baru makan .&lt;br /&gt;Penyiar juga ada yang anti ngemut permen sebelum siaran karena katanya akan merangsang produksi ludah . Tentu ini bukan semua penyiar mengalami . Cairan ludah yang biasanya akan menganggu saat baca karena mendorong seorang penyiar untuk menelan ludah . Saat menelan ludah itulah meneyebabkan penyiar saat baca atau bicara ada jeda yang tidak pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang anti makan kacang karena ketika siaran sisa-sisa kunyahan kacang walaupun sebasar pasir akan merangsang tenggorokan untuk berdehem. Ini tentu akan menganggu saat siaran . Makanya terkadang kita sering mendengar penyiar mengucapkan maaf diudara karena berdehem dan batuk kecil. Nah untungnya kebaanyakan penyiar merangkap jadi operator jadi reflek untuk menutup potensio mic begitu cepat sehingga batuk tak terdengar . lalu bagaiaman yang di “operatori” tentu dehem ,batuk bisa kebablasan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya kacang ada juga penyiar yang anti makan apapun ,saat dan sebelum siaran.. Jadi menurut saya tidak ada yang pasti tentang makanan yang mengganggu . Minuman juga bila mengandung rasa manis akan menggu, Cuma dalam amatan saya air putih memang minuman yang netral yang tidak mengganggu…&lt;br /&gt;&gt;Sekedar tahu saja profesi dalang-dalang tradisional seperti di Bali malah memberi tips untuk meminum minyak kelapa agar sukses tampil.,konon ketika bersuara dengan karakter raksasa bisa pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya secara pribadi anti makanan yang goreng-gorengan sebelum siaran karena akan mempengaruhi ketebalan suara dan kejernihan suara. Jadi saran saya untuk mengetahui pantangannya lebih baik penyiar selidiki sendiri untuk merasakan dulu makanan dan minumannya kalau ternyata akan membuat baik dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi kondisi masing-masing orang beda ada yang tidak ada pantanganya sama sekali suara tetap stabil dan lancar-lancar saja . Itu baru makanan dan minuman bagaimana dengan rokok ? kalau bisa saya sarankan penyiar itu perjuangkan tidak menjadi perokok . Karena potensi gangguannya lebih banyak pada penyiar yang perokok seperti batuk sering berdehem bahkan gangguan kesehatan lain. Walaupun ada sebagian penyiar yang merasa lebih sreg dan mantap bila merokok . Saya pernah amati ketika penyiar putar lagu sedikit-sedikit keluar dari call box hanya ingin mengisap rokoknya yang sudah parkir di asbak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk jenis penyiar seperti apakah anda dalam hubungannya dengan makanan dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-5008395335555848764?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/5008395335555848764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=5008395335555848764&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5008395335555848764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5008395335555848764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/05/penyiar-dan-pantangannya_24.html' title='Penyiar Dan Pantangannya'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Shoi3yswr6I/AAAAAAAAAds/FY2_8EZqnCY/s72-c/MINUM+MANIS.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-1125318845254552428</id><published>2009-05-07T18:33:00.000-07:00</published><updated>2009-05-07T18:36:02.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pesan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Siaran'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='iklan'/><title type='text'>Simak Setelah Pesan Berikut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SgOMYo2uGeI/AAAAAAAAAc8/By3g6vR2yP4/s1600-h/TOLEH.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 192px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SgOMYo2uGeI/AAAAAAAAAc8/By3g6vR2yP4/s200/TOLEH.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333260738648480226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mari kita menoleh kebelakang sebenarnya dalam dunia TV dan Radio ketika siaran banyak hal-hal yang tidak kita perhitungkan malah jadi perhitungan bagi pemirsanya . Pasti anda  pernah dengar  bahkan sampai  sekarang sering dengar seorang penyiar radio dan Tv ketika ada iklan yang akan tayang selalu mengatakan “simak setelah pesan berikut “,simak setelah yang lewat  berikut”, ”simak sesaat lagi” bahkan ada yang secara polos  mengatakan simak setelah iklan berikut”. Ada juga yang mengatakan cukup panjang “ Pemirsa simak setelah pesan berikut ini jangan kemana-mana “  Apa yang salah dari  kalimat tadi ?. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya kira kalimat itu tidak ada yang salah karena ini menyangkut standard masing-masing media elektronik. Lagi pula kapasitas saya membahas ini  bukan sebagai ahli bahasa . Tapi kapasitas saya membahas kasus yang pernah saya alami . Hanya karena ucapan kita dan iklan yang ditayangkan  bisa-bisa kita dianggap tidak punya perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menjadi uneg-uneg pemikiran saya adalah ada sesuatu yang tidak pantas  dan tidak etis terdengar bila  berita yang  ditayangkan sebelum iklan  itu adalah berita bencana ,kecelakaan lalulintas dengan  puluhan korban ,gempa bumi ,tsunami dll.  Contoh kasus seperti ini : “Pemirsa ratusan orang diperkirakan tewas karena  jebolnya tanggul  situ gintung , simak informasinya setelah pesan berikut.”. lalu munculah adegan iklan dengan wajah orang tertawa dan jingkrak-jingkrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan  posisi penayangan  iklan yang lebih berharga ketimbang berita nyawa . Disini kesedihan,keterkejutan ,keprihatinan pemirsa terkesan ditahan untuk iklan komersial . Sehingga bila yang menonton kerabat ,keluarga atau orang yang  punya hubungan dengan korban merasa gimana gitu ?…artinya media jangan sampai dituding tidak merasa berduka . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bayangkan  bila kejadiannya  seperti ini : “Pemirsa ratusan orang diperkirakan tewas karena  jebolnya  tanggul  situ gintung , simak informasinya setelah pesan berikut.”  lalu munculah tayangan iklan yang isinya jingkrak-jingkrak anak muda yang tertawa  sedang meminum minuman  merk tertentu   atau   muncul iklan yang mengekpresikan  wajah seseorang yang lagi menikmati lezatnya makanan dengan mengatakan Hmm  nikmaaat !!” atau muncul iklan produk kejantanan pria dimana seorang wanita bicara sambil mendesah dan bibir sensualnya yang pikiran kotor saya sebagai pemirsa akan mengatakan busyet  sedang berduka  kok diledek dengan kenikmatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita tegaskan   Iklannya tidak kita salahkan tapi standard pengucapannya yang harus diperbaiki. Ciptakan standard pengucapan kata yang lebih netral bagi penyiarnya jika menemukan kasus  berita bencana  yaitu dengan mengucapakan “simak sesaat lagi” atau pilih terlebih dahulu iklan mana yang terlebih dahulu ditayangkan . Saya lihat sudah ada TV yang menerapkan standard ucapan yang netral. Ucapan netral lainnya bisa juga dengan kalimat  pemirsa ”kita break sejenak “.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya memposisikan diri sebagai pemirsa maka saya merasa pas bila menggunakan kalimat “Simak sesaat lagi “ ,berarti pemirsa diminta bersabar atau bisa siap-siap untuk membesarkan volume tv .Dan  itu berarti media dalam hal ini tetap bisa menayangkan iklannya  tanpa takut dianggap  menyinggung nilai –nilai kemanusiaan dan pemirsa yang  kebetulan anggota keluarga atau kerabat tidak merasa di “senggol hatinya” yang lagi duka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menjadi tulisan saya ini juga pernah secara nyata terjadi ketika saya siaran 5 tahun silam ada berita bencana , tapi saya mengucapkan  simak setelah pesan-pesan berikut  lalu yang muncul iklan sehat lelaki perkasa isinya ada perempuan  yang manja dengan kalimat yang mengexpresikan kepuasaan atas kejantanan suaminya  …ah kalau saya  ingat itu sempat dianggap  penyiar yang“ngledek”  dan saya merasa bersalah. ..benar buktinya  usai siaran ada pemirsa yang  kirim sms pada saya dengan tulisan  ..”berita bencana ditunda demi iklan semprul ! anda ngledek ya  manusiawi sedikit dong..”  Ternyata banyak hal yang tidak kita perhitungkan  menjadi perhitungan bagi pemirsanya . Dan memang kita harus banyak belajar dari pemirsa .(Bram Wijaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-1125318845254552428?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/1125318845254552428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=1125318845254552428&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1125318845254552428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1125318845254552428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/05/simak-setelah-pesan-berikut_8674.html' title='Simak Setelah Pesan Berikut'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SgOMYo2uGeI/AAAAAAAAAc8/By3g6vR2yP4/s72-c/TOLEH.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-7826626505882159479</id><published>2009-04-24T19:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T20:44:59.780-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>JANGAN BACA  DALAM HATI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SfJ02flOACI/AAAAAAAAAa4/XgbxqKV20OU/s1600-h/baca1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 194px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SfJ02flOACI/AAAAAAAAAa4/XgbxqKV20OU/s200/baca1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328449788672081954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Bila anda ingin menjadi pembaca berita yang handal atau voice over yang baik atau penyiar yang mampu bicara dengan kestabilan suara  , Mulailah dari sekarang lakukan tips saya yang   ringan banget tapi sangat bermanfaat.&lt;br /&gt;1.Ketika baca koran dirumah ,majalah,buku pelajaran bacalah dengan mengeluarkan suara ,agar bibir,lidah tenggorokan menjadi terbiasa Jadi sekarang kita harus punya prinsip ANTI BACA DALAM HATI&lt;br /&gt;(tentu ketika ditempat umum  jangan bersuara bisa mengganggu)&lt;br /&gt;2. Membaca dengan mengeluarkan suara sangat efektif agar materi buku benar-benar masuk ke otak kita.&lt;br /&gt;3. Ketika selesai baca kembali mengulas bacaan tanpa melihat buku dengan suara yang dikeluarkan . Ini akan melatih kerjasama antara otak dan mulut .&lt;br /&gt;4, Tirulah Cara bicaranya  penyiar idola (rekam suaranya ketika siaran lalu analisa mana yang baik yang perlu anda tiru dari cara bicaranya,cara dia wawancara ,cara baca berita )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Bram Wijaya)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-7826626505882159479?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/7826626505882159479/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=7826626505882159479&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7826626505882159479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7826626505882159479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/04/jangan-baca-dalam-hati.html' title='JANGAN BACA  DALAM HATI'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SfJ02flOACI/AAAAAAAAAa4/XgbxqKV20OU/s72-c/baca1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-1493868135674888775</id><published>2009-04-21T21:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T22:31:30.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program acara'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lomba Presenter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='program berita'/><title type='text'>Lomba Presenter  Perempuan Lebih Banyak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6YJX9oAUI/AAAAAAAAAZw/72Fefohrjnw/s1600-h/IMG2851A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 305px; height: 236px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6YJX9oAUI/AAAAAAAAAZw/72Fefohrjnw/s200/IMG2851A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327362696044609858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada hal yang saya amati selama ini yaitu ketika ada lomba presenter selalu peserta terbanyak perempuan ketimbang pria . Dan yang dapat prestasipun kebanyakan perempuan .Ketika saya tanya kenapa anda ikut lomba presenter peserta perempuan kebanyakan jawabannya mengandung unsur coba-coba ,iseng saja. Ada juga jawabannya.." pokoke kita   percaya diri walaupun kita masih nol.,ingin  terkenal dan banyak duitnya ...waduhh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga  peserta perempuan  memberikan jawaban layaknya nara sumber ,mengatakan Saat ini Ijin TV dan Radio sedang antri ,Tv  lokal ada dua ratusan lebih dan Radio dua ribuan lebih yang mintai jin . Katakanlah separuhnya dari  yang antri ijin itu dapat ijin masak sih dari  kita nggak nyantol  jadi presenter,  hitung-hitung uji nyali uji kemampuan. wiuh betukl juga ya saya pikir  dia peserta dari KPI  he he Demikian kumpulan jawaban yang saya temukan saat acara Final Citra Prestasi 2009  belum lama ini di Bali TV .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah lalu apa jawaban peserta pria mereka kebanyakan jawabannya ikut lomba karena iseng dan coba-coba.  Dan hal lain yang saya amati ketika lomba dilaksanakan tada katagori program  acara dan katagori program berita peserta lebih membludak di program acara ketimbang program berita . Ketika hal ini saya tanyakan kenapa para peserta lebih suka ke program acara karena banyak pilihan lebih bebas berkreasi  dan berekpresi ketimbang katagori berita yang hanya duduk baca berita ,lagi pula baca berita itu sulit katanya. Di program acara mereka lebihmemilih program musik dan infotainment . Dan yang ikut di program berita ketika baca berita gayanya layaknya presenter infotainment ketika opening pakai kalimat hai sambil tangannya di goyang-goyang he he . Mungkin peserta lomba ini mau menciptakan gaya baru dalam program berita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantas saja ketika saya menjadi juri lomba baca berita di Radio Global pesertanya tidak terlalu membludak malah kejadiannnya sama pesertanya menyulap  baca berita dengan baca berita gaya infotainment . Contoh nya ada peserta yang membuat saya ketawa selamat siang pemirsa hari gini belum tahu berita tentang pemilu rugi gitu loh...baiklah kita mulai dengan berita pertama .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari itu semua secara pribadi saya bahagia karena antusiasme  muda-mudi Bali  menjadi presenter begitu luar biasa . Saya pikir suatu saat TV dan Radio nanti akan kelabakan mencari  SDM handal untuk itu saya secara pribadi berharap agar lomba presenter tidak hanya dilakukan oleh instuitusi TV dan Radio tapi  dilakukan oleh  sekolah-sekolah atau universitas dan lain-lain .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-1493868135674888775?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/1493868135674888775/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=1493868135674888775&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1493868135674888775'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/1493868135674888775'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/04/lomba-presenter-perempuan-lebih-banyak.html' title='Lomba Presenter  Perempuan Lebih Banyak'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6YJX9oAUI/AAAAAAAAAZw/72Fefohrjnw/s72-c/IMG2851A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-3076071110235540363</id><published>2009-04-18T18:36:00.000-07:00</published><updated>2009-04-21T23:14:39.243-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baca_berita'/><title type='text'>BACA BERITA GAYA INFOTAINMENT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se61wz_oeMI/AAAAAAAAAag/vQpwoj5eBq8/s1600-h/IMG2985A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se61wz_oeMI/AAAAAAAAAag/vQpwoj5eBq8/s200/IMG2985A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327395259421325506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se61TTgUMfI/AAAAAAAAAaY/B42QjWD-sJE/s1600-h/IMG3019A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se61TTgUMfI/AAAAAAAAAaY/B42QjWD-sJE/s200/IMG3019A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327394752483832306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6z0wIDQII/AAAAAAAAAaQ/UKquaEKly2g/s1600-h/IMG2958A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6z0wIDQII/AAAAAAAAAaQ/UKquaEKly2g/s200/IMG2958A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327393128079114370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6zFKialRI/AAAAAAAAAaI/u2KI2H1l9BM/s1600-h/IMG3032A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 160px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6zFKialRI/AAAAAAAAAaI/u2KI2H1l9BM/s200/IMG3032A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327392310535296274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6x9XXydYI/AAAAAAAAAaA/2NINfX7drlw/s1600-h/IMG2974A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se6x9XXydYI/AAAAAAAAAaA/2NINfX7drlw/s200/IMG2974A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327391077029803394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SeqBMVG1NxI/AAAAAAAAAZo/KeoK8O5yzWs/s1600-h/IMG3021A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 160px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SeqBMVG1NxI/AAAAAAAAAZo/KeoK8O5yzWs/s200/IMG3021A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326211558143244050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setiap Orang BISA  membaca tapi belum tentu MAMPU  membaca. Hal itu dibuktikan dalam lomba baca berita  Global FM ternyata sebagian besar peserta mengatakan sulit . Dan mereka baru tahu ternyata membaca ada ilmunya . Dan ilmunya sudah didapat secara gampang banget  dalam cara kita bicara sehari-hari . Saat lomba kebanyakan mereka keteteran di saat mengatur nafas . Dari amatan gaya membaca mereka ternyata bergaya infotainment.  Ketika ditanya kenapa nada dan gaya kaya infotainment mereka bilang "nggak tahu ya mungkin karena banyak nonton  infotainment kalee . Pantas saja sulit cari SDM pembaca berita . Mungkin aja seusia mereka  mungkin saja belum suka aca rberita ,masih suka  acara hiburan .Peserta yang berjumlah 60 ini rencananya akan dilatih secara gratis untuk menjadi voice over berita . Demikian suasana lomba yangkami  gelar di Radio Global FM Bali . Dan lebih heboh lagi ada peserta tertua ngantar anaknya tapi bapaknya juga ikut sebagai peserta ya jelas orang tua pada ikut karena katagorinya ada dua katagori pelajar dan umum nah yang umum ini tidak dibatasi umurnya jadi inilah yang bikin heboh !.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-3076071110235540363?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/3076071110235540363/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=3076071110235540363&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3076071110235540363'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3076071110235540363'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/04/setiap-orang-bisa-membaca-tapi-belum.html' title='BACA BERITA GAYA INFOTAINMENT'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Se61wz_oeMI/AAAAAAAAAag/vQpwoj5eBq8/s72-c/IMG2985A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-7405341435603135025</id><published>2009-04-15T17:56:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T18:33:39.812-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>ALAM SUDAH BERI KEAHLIAN WAWANCARA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SeaFkeK44fI/AAAAAAAAAYY/hG6WruXJEig/s1600-h/KOMUNIKASI+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 129px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SeaFkeK44fI/AAAAAAAAAYY/hG6WruXJEig/s200/KOMUNIKASI+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325090471032709618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tugas wawancara adalah momok yang yang cukup menakutkan bagi presenter baru . Mereka mengatakan "Aduh apa bisa ya?"...Saya mengatakan pasti bisa masalahnya belum terbiasa. Ketahuilah sebenarnya sebelum jadi presenter ,para presenter sebenarnya sudah menjadi pewawancara yang handal ketika dia bergaul dalam kehidupan sehari-hari  . Lihatlah Ibu-ibu yang saya photo mereka sedang lakukan komunikasi dan percakapan mereka adalah contoh pelajaran alami yang harus kita transformasikan ke dunia siaran TV dan Radio .cuma sekarang tinggal memolesnya dengan standard Radio dan TV&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tahukah anda pada dasarnya kita semua orang terlepas dari dia orang media atau tidak sebenarnya semua pintar lakukan wawancara . Kalangan atas kalangan bawah atau atas dalam  sehari-hari kehidupan kita sebenarnya sudah melakukan sebuah komunikasi seperti wawancara layaknya penyiar  TV dan Radio  ..Oh ya jangan  percaya dulu  ,seperti terlihat digambar kalau seseorang  ketemu teman atau orang yang tidak dikenal pasti unsur-unsur yang terkandung didalamnya : 1  Ada pertanyaan ,2 Ada jawaban dan 3 Ada opini. . Tulisan ini bukanlah tips –tips wawancara tapi saya ingin meyakinkan  bahwa  orang awam mampu lalukan wawancara.   Silahkan meneliti apa yang anda dengar ketika dua teman anda bicara pasti ada tiga hal utama ,ada pertanyaan ,jawaban dan opini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh saya ,menangkap inti inti pembicaraan  dua Ibu-ibu ini ketika menunggu anaknya di sekolah di salah satu SMP  di Denpasar dengan menggunakan bahasa Bali dan. inilah percakapannya kalau di Indonesiakan intinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu A :  gimana bu kapan mulai sekolah gratis (Tanya)&lt;br /&gt;Ibu  B :  mana saya tahu..  tidak tahu bu (jawab)&lt;br /&gt;Ibu  A :  Ibu yakin sekolah bisa gratis (Tanya )&lt;br /&gt;Ibu  B :  Gratis apanya dulu kan perlu kejelasan dulu  (jawab)&lt;br /&gt;Ibu A  :  Maksudnya (Tanya )&lt;br /&gt;Ibu B  :  begini bu  gratisnya itu harus jelas  gratis SPP atau Uang Gedung tetap bayar &lt;br /&gt;              Atau gratis bebasSPP atau buku tetap bayar ,kalau menurut saya lebih baik gratis &lt;br /&gt;              menyeluruh  dari SPP,Uang Gedung ,Buku bahkan uang seragam kalau perlu &lt;br /&gt;              di gratiskan..kalau perlu uang jajan anak-anak dikasih   (opini)&lt;br /&gt;Ibu A : Hah ! sampai uang jajan mimpi !tidak mungkin  (opini&lt;br /&gt;Ibu B  : Maksud saya begini kalau pemerintah mampu 3 hal gratiskan SPP, Uang gedung,baju Seragam hebat dah pokoknya ,kalau yang digratiskan SPP percuma sementara pungutan yang lain masih merjalela.(opini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah contoh kecil yang sering kita lihat dan rasakan sehari-hari  ketika anda ketemu orang tua baru pulang nak …baru pak ….dapat pelajaran apa  …computer pak dst &lt;br /&gt; Kemudian ketika kita pakai bus ketemu orang di bus tentu ada saling sapa …Bapak mau kemana …saya ke bandung…dst.&lt;br /&gt;(BERSAMBUNG he he emang hanya sinetron yangbisa bersambung)&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-7405341435603135025?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/7405341435603135025/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=7405341435603135025&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7405341435603135025'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/7405341435603135025'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/04/alam-sudah-beri-keahlian-wawancara.html' title='ALAM SUDAH BERI KEAHLIAN WAWANCARA'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SeaFkeK44fI/AAAAAAAAAYY/hG6WruXJEig/s72-c/KOMUNIKASI+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-5748637955493870525</id><published>2009-04-03T21:11:00.000-07:00</published><updated>2009-04-15T21:29:43.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TIPS'/><title type='text'>CARA PEGANG MIC  UNTUK REPORTER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SdbeYAeWpxI/AAAAAAAAAXI/Z84EQvGcG08/s1600-h/IMG2832A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 286px; height: 209px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SdbeYAeWpxI/AAAAAAAAAXI/Z84EQvGcG08/s200/IMG2832A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320684513810360082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tips memegang Mic yang benar itu sebaiknya seperti gambar ini . Perhatikan gambar  ,kabel digulung satu kali dan masukan ke gengaman tangan . Maksudnya agar saat kondisi sedang wawancara kaki orang tersandung kabel saat wawancara mic tidak tercabut . Mic yang sering jatuh apalagi kabel sering tertarik-tarik sampai tercabut dari mic   akan membuat kualitas suara menjadi berubah,atau lama kelamaan suaranya ngresek.  Cuk kabel yang sering pasang dan  tercabut membuat rumah mic longgar inilah penyebab suara menjadi goyah dan bunyi ngresek. (bramwijaya)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-5748637955493870525?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/5748637955493870525/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=5748637955493870525&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5748637955493870525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5748637955493870525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/04/cara-pegang-mic-untuk-reporter.html' title='CARA PEGANG MIC  UNTUK REPORTER'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SdbeYAeWpxI/AAAAAAAAAXI/Z84EQvGcG08/s72-c/IMG2832A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-4433100849890677334</id><published>2009-03-25T17:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T18:03:47.906-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><title type='text'>PENYIAR  PELUPA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ScrTRUXm_NI/AAAAAAAAAWw/oa35rTCKihU/s1600-h/NARASUMBER.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317294604543261906" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 130px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ScrTRUXm_NI/AAAAAAAAAWw/oa35rTCKihU/s200/NARASUMBER.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah tiga kesalahan awal seorang penyiar Radio dan TV yang kadang-kadang saya lihat dan dengar di Radio dan TV . Ini menunjukan ketidaksiapan penyiar . Ketidaksiapan penyiar akan menunjukan efek penyiar ini dianggap tidak profesional. Penyiar yang BIASA-BIASA SAJA di Bali dan Indonesia banyak tapi penyiar yang ahli dan punya nilai PLUS masih sedikit .Untuk menjadi penyiar yang punya nilai Plus jangan menyepelekan hal kecil ini . Ketidaksiapan penyiar ini sengaja atau tidak bisa merusak kredibiltas penyiar dan instusi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan itu diantaranya:&lt;br /&gt;1. Salah menyebut Nama Nara sumber atau tidak hapal,lupa dan sebagainya&lt;br /&gt;2. Pertanyaan yang salah tunjuk /salah alamat&lt;br /&gt;3. Tidak mempelajari thema persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya Sering mendengar seorang penyiar radio dan Tv ketika ditengah-tengah acara wawancara lupa nama nara sumber,kalau tidak lupa salah sebut dan salah tunjuk .sebagai contoh .:” Bapak winaya bisa dijelaskan tentang pengalaman anda ?”. Terus yang ditunjuk mengatakan “maaf saya bukan winaya saya suparwa”..,oh maaf kata presenternya,lalu narasumber yang namanya winaya mengatakan : “..yang winaya saya pak !” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya kejadian ini menandakan kurang siapnya sang penyiar untuk wawancara . Saya mengerti penyiar juga manusia ,salah itu manusiawi tapi kesalahan itu jangan menjadi ciri ciri-khas ingat sekali lagi JANGAN JADI CIRI KHAS . Kejadian ini biasanya terjadi bila narasumber yang diwawancarai ada 3 orang atau lebih . Kemampuan para penyiar dalam menghapal wajah dan nama narasumber berbeda-beda Wajib hukumnya dalam siaran walaupun sang penyiar baru mengenal narasumber 30 menit menjelang siaran, tetap harus hapal wajah dan nama . Jangan kalah sama presenter bola menyebut 22 orang pemain bisa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah kalaupun diantara kita susah untuk menghapal nama ,wajah dan jabatan dan titelnya yang berderet sebenarnya ada solusi yang juga pernah saya praktekan sendiri. Yaitu mengambar peta posisi duduk nara sumber selembar kertas dengan menulis nama dan jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan penyiar ternyata bukan hanya soal salah sebut nama saja tapi kompetensi mereka untuk menjawab pertanyaan kita juga harus diperhatikan . contoh “Apa strategi anda untuk pemasaran produk ini …?.”. lalu nara sumber yang pengusaha ini mengatakan “itu pertanyaan sebaiknya ditujukan pada saya saja untuk menjawabnya “… bukan kah ini KACAU namanya . Bukankah kita tidak mungkin tanya tentang strategi pemasaran pada nara sumber yang posinya saat wawancara sebagai konsumen.,seharusnya ditujukan pada pengusaha .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau salah sebut nama salah tunjuk dalam sebuah acara obrolan santai malah bisa menjadi sumber inspirasi untuk membuat hidup (nah kalau kesalahan sebagai sumber pemikat acara lain hari kita bahas )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-4433100849890677334?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/4433100849890677334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=4433100849890677334&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4433100849890677334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4433100849890677334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/03/penyiar-pelupa.html' title='PENYIAR  PELUPA'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/ScrTRUXm_NI/AAAAAAAAAWw/oa35rTCKihU/s72-c/NARASUMBER.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-511953622563401958</id><published>2009-03-15T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-03-15T20:13:00.588-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyiar'/><title type='text'>PENYIAR RADIO DAN PENAMPILAN</title><content type='html'>Ada  pendapat yang mengatakan penyiar itu kebanyakan duduk kecenderungan untuk gemuk cukup besar. Terlepas dari benar atau tidaknya pendapat ini kalau saya keliling ke radio-radio tetangga akhirnya memang  rata-rata dala satu studio siaran ada satu orang yang gemuk. Mungkin jawaban ini masih bersifat kebetulan saja. Namun demikian karena penampilan tidak menjadi satu syarat yang harus dipenuhi ketika melamar atau tes radio maka  penyiar radio terfokus pada perjuangan  wujudkan performance  diudara saja . Ya jelas saja Radio hanya keluar suara saja. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya sekarang  haruskah  kita buka era baru agar ketika merekrut penyiar radio harus punya penampilan yang baik didarat dan diudara. Itu terserah dari kebijakan masing-masing Radio tentunya. Yang jelas samapi detik ini belum pernah saya dengar sebuah lowongan kerja di radio yang bunyinya dicari penyiar radio dengan syarat berpenampilan menarik,….dst. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pendapat perlu penyiar berpenampilan fisik yang menarik karena penyiar saat ini berprofesi ganda  ada yang merangkap marketing dan juga sering ketemu pendengar dalam off air.  Penyiar radio harus berpenampilan menarik karena saat ini kecenderungannya penyiar radio juga menjadi presenter TV dan  stasiun TV pun  suka merekrut orang radio . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat lain mengatakan tidak perlu hal itu dipikirkan justru disanakah seninya  radio  penyiarnya diudara suara bagus dan keren tapi ketika jumpa darat  penampilannya tidak sebagus dan secantik diudara. Lagi  pula kalau semua selalu diambil yang cantik dan ganteng ini akan menutup potensi seseorang yang berpotensi dari sisi suara dan wawasan. . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah  lho pilih yang mana……?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-511953622563401958?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/511953622563401958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=511953622563401958&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/511953622563401958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/511953622563401958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/03/penyiar-radio-dan-penampilan.html' title='PENYIAR RADIO DAN PENAMPILAN'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-3087513917939050671</id><published>2009-03-08T20:07:00.000-07:00</published><updated>2009-03-08T20:07:00.245-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wawancara'/><title type='text'>WAWANCARA DENGAN KALIMAT SINGKAT</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Selama 2 tahun yaitu 2003-2005 saya sempat menggunakan transportasi Bus antar kota di lintasan Denpasar Gilimanuk untuk menuju studio siaran . Maklum Radio tempat kerja saya memang ada di kilometer 27 perjalanan yang cukup panjang menurut ukuran saya di Bali . Lintasan ini benar-benar lintasan bersejarah bagi saya . Untuk menuju Radio tempat saya kerja memakan waktu 45 menit dan selama itu pula saya merasakan banyaknya informasi dan ilmu-ilmu yang saya dapatkan selama dalam perjalanan . Ilmu-ilmu itu terkadang harus saya terapkan di dunia siaran , lho kok bisa ? .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kalau tape recorder punya daya rekam suatu suara maka otak dan pikiran kita juga mampu merekam peristiwa . inilah yang sebenarnya senjatanya para penulis handal dia mampu menulis dengan menterjemahkan apa yang ia rekam melalui pikirannya ke tulisan. Saya pikir penyiar jaman sekarang harus seperti itu .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pulang dan menunggu Bus didepan studio ,tiba-tiba ada bus yang tanpa saya saya kasih tanda awe-awe dia berhenti sendiri . Dan sang kernet rupanya hapal betul dengan wajah saya sebagai penganut “aliran Bus”( penumpang setia Bus ) sang kernet teriak-teriak ayo Mas sini ke Ubung !! sambil tersenyum,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kernet bus di Bali memang murah senyum walaupun kelihatan urakan .Mungkin saja dia tahu caranya memberikan service pada penumpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya baru saja menginjakan kaki di lantai Bus kernet yang tidak saya ketahui namanya ini mengeluarkan pertanyaan dengan bahasa Bali yang terjemahannya seperti ini .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mas kerja di pemancar radio sini ya (dia menyebut stasiun radio dengan pemancar radio) …betul, bapak kok tahu ? jawab saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya tahu dong mas bapak sering turun dimuka pemancar radio itu …Oooo.begitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa disana mas ..,Jadi penyiar pak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak jadi penyiar ya Mas…. Ya begitulah pak enak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau jadi penyiar Pasti mas ini banyak temannya… Yah apapun profesinya harus punya teman banyak teman seperti bapak walaupun kernet harus punay prinsip banyak teman .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio itu penghasilannya dari apa mas …(pertanyaan ini mengelitik saya akhirnya saya balik nanya ) kalau menurut sepengetahuan pak dari mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya penghasilan radio dari penjualan kupon pilpen mas.. (pilpen adalah acara pilihan pendengar yang umum dilakukan radio jaman dodol di Bali ) sistim kupon sudah nggak ada lagi di terapkan radio di Bali pak itu radio jaman dulu . Lagi pula sekarang ini orang sudah pakai SMS untuk pengganti kupon atau surat menyurat .Sekarang penghasilan radio dari iklan sama dengan koran dan Tv&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gimana mas jadi penyiar banyak gajinya ya (pertanyaan ini yang bikin kelabakan agak lama saya baru mengeluarkan jawaban akhirnya jawaban saya mencoba mengalihkan ) kalau banyak kenapa kalau sedikit kenapa pak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sekedar tahu saja … Lho memangnya kalau banyak bapak mau alih profesi jadi penyiar ha ha ha ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira ada nggak 500 ribu ya ( pertanyaan ini bikin saya lama lagi menjawabnya saya berkelit ) ee begini radio nggak ada punya patokan yang pasti karena kondisi radio beda –beda ada yang gajinya tinggi ada yang dibawah standard ya tergantung radio dan penyiarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini terhenti karena sang kernet harus melayani penumpang lain yang naik.&lt;br /&gt;Sayapun lega nggak ditanya macam-macam lagi . Ternyata jadi narasumber itu sulit ya .biasanya saya kerjanya di radio wawancarai orang sekarang diwawancarai. Oleh kernet lagi .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah percakapan dengan kernet Bus Manis ini saya merenung dalam hati. “TERNYATA BERTANYA DENGAN KALIMAT SINGKAT ITU ASYIK DAN BERHASIL” sang kernet secara tidak ia sadari sudah mengajarkan saya tentang kalimat singkat dalam wawancara yang cukup membuat saya kelabakan .Sang sopir mewawancarai dengan bahasa yang polos&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hikmah yang keberikutnya masyarakat bawah tahunya radio itu imagenya pilihan pendengar atau pilpen, padahal radio sekarang itu udah luar biasa dahsyat siarannya ada yang pakai satelit bisa wawancarai menteri, reporternya betebaran kesana kemari ,kecepatan berita bisa ngalahin media TV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sudah dapat kepastian tentang kedahsyatan kalimat singkat dalam wawancara . Sebab saya punya pengalaman bertanya dengan kalimat yang muter –muter kesanakemari akhirnya narasumber hanya mendengarkan kalimat terakhir padahal kalimatnya yang penting untuk dijawab adalah yang pertama . Inilah kesalahan yang sering dilakukan penyiar Radio dan TV . Dengan maksud tidak tidak “mengharamkan “ kalimat yang muter-muter sebenarnya kalau narasumbernya daya ingat dan daya jangkaunya kuat boleh-boleh saja . Dan lagi pula ketika kita siaran bukankah konsumsi acara itu yang “melahap” adalah pemirsa yang ingin mencari fakta .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah gaya kalimat panjang yang sering dilakukan saat wawancara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Apa solusi yang anda bisa jalankan pada problem ini ,sebab seperti kita ketahui masyarakat sudah mulai enggan berkomunikasi dengan pihak terkait. Bukankah ini tanda-tanda kepercayaan masyarakat pada institusi anda sudah turun ?. .”&lt;br /&gt;Jawaban narasumber : Saya yakin masyarakat masih mempercayai intitusi kita…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya pertanyaan itu dipecah menjadi : 1. apa solusi yang anda tawarkan 2 benarkah masyarakat enggan berkomunikasi dengan pihak terkat. 3 Apakah ini tanda-tanda kepercayaan masyarakat sudah turun pada institusi bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-3087513917939050671?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/3087513917939050671/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=3087513917939050671&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3087513917939050671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/3087513917939050671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/03/wawancara-dengan-kalimat-singkat.html' title='WAWANCARA DENGAN KALIMAT SINGKAT'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-5163448196628088427</id><published>2009-03-03T20:47:00.000-08:00</published><updated>2009-03-03T21:00:15.354-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Suara Perut'/><title type='text'>Sudah Bangkitkah Suara Perut Anda</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sa4ILlmcgjI/AAAAAAAAAWo/3YHUpedln0Q/s1600-h/SUARA+PERUT.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309190005881340466" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 147px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sa4ILlmcgjI/AAAAAAAAAWo/3YHUpedln0Q/s200/SUARA+PERUT.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Thema Suara-dibuat-buat sudah kita bahas sebelumnya di blog ini . Nah dalam upaya tampil prima saat siaran atau sedang isi VO maka sekarang kita bahas suara perut . Ini juga merupakan upaya menciptakan suara dibuat-buat untuk menujua kualitas sauar yang lebih baik  .  Adakalanya seseorang sudah mempunyai suara diafragma sejak lahir secara alami .Orang seperti ini harus bersyukur sudah dicetak dari sononya. Yang ia lakukan hanya mengasah agar suara diafragma itu terpakai dengan baik atau menggunakan kaidah bicara dan membaca yang benar .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ciri-ciri orang yang suara diafragmanya terbentuk sejak kecil adalah ketika dia ngomong kemik-kemiknya (bahasa Bali)/komat kamit mulutnya sedikit bergerak dan nyaris tak kelihatan pergerakannya. Tapi walau sedikit mulutnya bergerak yang keluar hasilnya terdengar begitu jelas serta berenergi . Contoh orang Indonesia yang suara diafragmanya kelihatan seperti itu adalah Wiranto mantan Menhankam Pangab . Dan contoh lain anda bisa lihat dikampung anda ada nggak ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi lihatlah ada orang yang buka tutup mulut begitu lebar sampai kelihatan gusi dan giginya toh suara yang keluar tidak nyaring. Contoh orang seperti ini pasti banyak kita temui.&lt;br /&gt;Lihatlah ketika orang ngeMC acara hiburan music ada yang teriak bertenaga selesai ngeMC mungkin bisa kunang-kunang matanya. Ini karena ia terlalu over menggunakan tenaga dari tenggorokan . &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua orang yang suara perutnya bangkit selalu kemik-kemik bibirnya sedikit adakalanya mulutnya harus dibuka lebar diafragma baru muncul. Ciri-ciri spesifik orang ketika gunakan suara perut terkadang beda .&lt;br /&gt;Tujuan utama melatih atau menggunakan suara perut bukan untuk membuat suara besar tapi bertujuan agar suara yang kita keluarkan punya power dengan tenaga minim.&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana nasib mereka yang tidak punya suara diafragma sejak lahir ?SAYA juga termasuk yang tidak bangkit secara alami . Golongan seperti ini harus melakukan dengan latihan .&lt;br /&gt;Manfaat yang lansung didapat ketika gunakan suara perut adalah TIDAK CAPEK DAN KELUAR TENAGA terutama untuk penyiar dan Voice Over Talent maupun penyanyi sangat bermanfaat .&lt;br /&gt;Teori membangkit suara diafrgama sangat banyak jadi silahkan dicoba dari berbagai teori yang anda temukan . Guru-guru les vocal menyanyi biasanaya jago untuk urusan melatih suara diafrgama .&lt;br /&gt;Berikut adalah pengalaman saya semoga bisa dipakai untuk bangkitkan suara perut. Saya pakai dua jurusan cara pertama dan cara kedua. Sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CARA PERTAMA : menurut apa yang pernah diajarioleh sang guru dan juga seperti yang kutip dari berbagai sumber juga saya praktekan selama ini&lt;br /&gt;CARA KEDUA : teori saya sendiri yang saya tempuh secara rutin tanpa ada yang mengajari .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Baillah Kitamulai dengan CARA PERTAMA&lt;br /&gt;a. Ucapkan huruf vokal A, I, U, E, O dengan panjang-panjang. Contoh: tarik nafas, lalu suarakan AAAAAaaaaaaaaaaaaa… (dengan bulat), terus, sampai habis nafas dan terbatuk-batuk. Dilanjutkan lagi untuk huruf lainnya dengan cara yang sama . Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik . Biasa kalau baru latihan ia akan merasakan mata kunang-kunang.&lt;br /&gt;Ucapkan semua hurup vokal tersebut dari nada rendah, lalu naik sampai AAAAaaaaaaa… nada tinggi. Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Ambil napas pelan-pelan. Ketika diafragma dirasa udah penuh, buang pelan-pelan. Untuk menambah power, buang nafas itu, hela dengan cara berdesis: ss… ss… ss… (putus-putus), seperti memompa isi udara keluar. Akan tampak diafragma Anda bergerak. Lakukan dengan rileks jangan tegang untuk hasil yang terbaik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Saat mengambil napas, bahu jangan sampai terangkat. Kalau terangkat, berarti Anda bernapas dengan paru-paru. Contoh: ketika orang sedang ambil napas mendadak karena kaget, ia akan mengambil napas dengan paru-paru. Makanya, orang kaget suka megang dada.&lt;br /&gt;Alangkah bagusnya latihan ini diudara terbuka dan latihan ini juga bermanfaat untuk kesehatan .&lt;br /&gt;Seorang presenter Bali Tv dr Ngurah Putra mengatakan kebiasaan bicara dengan suara diafragma akan mengurangi pengeroposan tulang. Tapi ketika dokter itu saya tanya apakah anda bisa gunakan suara diafragma dia jawab tidak namun ia berkeinginan kuat untuk belajar membangkitkan suara tersebut karena kepentingan untuk siaran .&lt;br /&gt;Anand Krishna seorang pakar meditasi beliau mempraktekan pengucapan kata A ,Udan M untuk kesehatan . teorinya sama ucapkan Aaaaa sepanjang-panjangnya sampai terhenti dan ucapan Uuuu sampai terhenti . begitu pula dengan hurup Uuuu. Dan kobminasi AaaaaUuuuuuMmmmmm (aum ) sepanjang-panjangnya sampai terhenti .Ini juga mampu bangkitkan Diafrgama seklaigus kesehatan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita coba CARA KEDUA&lt;br /&gt;Cara kedua adalah versi teori temuan saya (yang nggak pernah mengenyam latihan vokal di sekolah penyiar dan penyanyi ) atas dasar pengalaman sendiri atau dalam bahasa saya dituntun oleh insting alam adalah :&lt;br /&gt;Maaf saya bercerita dulu ya ….suatu hari ketika saya masih duduk di bangku SMP saya punya kebiasaan suka dengar penyiar dengan suara berat . Karena saat itu mungkin saya belum masuk pubertas maka suara saya masih kecil . Tapi saya berjuang melakukan dengan cara saya sendiri tanpa ada yang mengajari :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama : Ketika saya membaca apapun dengan suara keluar saya MENEKUK LEHER KEBAWAH sambil membaca DENGAN SUAR KELUAR lalu bayangkan tenaga dari perut bagian atas . saat itu ternyata saya mampu menambah ketebalan suara menjadi kurang lebih 30 persen . Saya lakukan ini satu sampai 2 bulan .Lama kelamaan tanpa leher kita menekuk ketebalan suara itu sudah kita rasakan . Bila selama 2 bulan belum tebal juga lakukan satu bulan lagi . Perlu diketahui bahwa membangkitkan suara perut tujuan utama sebenarnya bukan untuk menciptakan ketebalan suara tapi mengurangi tenaga yang keluar tapi suara yang dihasilkan punya power . Bila ketebalan itu tercipta itu merupakan bonus yang tidak setiap orang bisa menerimanya ini terutama untuk laki-laki  .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Termasuk saya secara pribadi tujuannya agar suaralebih ringan dan menjadi tebal. Untuk perempuan tentu tujuannya bukan menciptakan suara agar ngebas atau gede .&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;KEDUA  : Ketika bangun pagi ada kecenderungan suara setiap orang saya teliti kok agak tebal . Pertanyaan ini membuat ide tersendiri maka dari itu saya sengaja lakukan tindakan ini : Ketika BANGUN PAGI JANGAN MINUM ATAU KEMASUKAN MAKANAN APAPUN dahulu . Pagi-pagi bangun tidur biasanya suara kita begitu tebal . . tapi langsung ambil koran membaca berita koran DENGAN SUARA KELUAR terasa suara begitu tebal ..silahkan coba . Kalau ada nyanyian …. bangun tidur… ku terus mandi tidak lupa ..menggosok gigi . Itu diganti dengan prinsip bangun tidur kuterus baca jangan sampai minum dan makan …&lt;br /&gt;Ketiga …Ketika melakukan Nomor kesatu dan kedua ,lakukan dengan rileks bayangkan tenaga muncul diantara perut dan dada atau perbatasan antara dan dan perut.&lt;br /&gt;Insya Allah ketika kebiasaan ini dilakukan lama –kelamaan ketika bersuara tanpa menekuk leher lagi dan tanpa latihan poin kedua kita sudah bisa menggunakan suara diafragma hanya DINIATKAN SAJA kalau dalam bahasa komputer tinggal di ENTER saja.&lt;br /&gt;Masing-masing guru saya yakin punya cara tersendiri untuk membangkitkan suara perut atau diafragma . Apakah anda punya cara lain mari kita berbagi&lt;br /&gt;Selanjutnya kita bisa gunakan cara lain teori dari literatur untuk ilmu tambahan . Tulisan ini adalah berdasarkan pengalaman pribadi semata .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bram wijaya akhir Awal Maret  2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-5163448196628088427?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/5163448196628088427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=5163448196628088427&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5163448196628088427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/5163448196628088427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/03/sudah-bangkitkah-suara-perut-anda.html' title='Sudah Bangkitkah Suara Perut Anda'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/Sa4ILlmcgjI/AAAAAAAAAWo/3YHUpedln0Q/s72-c/SUARA+PERUT.bmp' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8075547877527870618.post-4751809458751894984</id><published>2009-02-16T16:26:00.001-08:00</published><updated>2009-02-16T16:52:26.797-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Baca_berita'/><title type='text'>MEMBACA BERITA DAN ALIRANNYA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SZoEd7q0wAI/AAAAAAAAAWQ/qsevIAbRT-k/s1600-h/IMG2762A.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5303556423462207490" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 160px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SZoEd7q0wAI/AAAAAAAAAWQ/qsevIAbRT-k/s200/IMG2762A.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Kalau membaca judul tulisan ini agak serem ya masak sih membaca berita ada alirannya, memangnya aliran sungai …memangnya aliran sesat he he tapi saya lebih sreg dengan istilah gaya baca . Saya meneliti Ada gaya RRI, Gaya alternatif ABG (gaya baca radio anak muda) Gaya Alami ,yang terakhir sepertinya banyak dipakai ,karena lebih luwes karena mentransormasikan cara kitabiacar dalam keadaan sehari-hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suka tidak suka dalam urusan membaca berita di dunia siaran sudah terjadi omongan yang sudah umum dikalangan awak radio . Contoh saya sering mendengar penyiar senior melatih yuniornya ‘ ..Kamu kalau baca berita jangan kaya RRI…” lalu saya berpikir kenapa RRI jadi sasaran sebuah perasaan gaya yang tidak boleh ditiru oleh penyiar Radio Swasta ,dan terkesan sebagai gaya yang tidak boleh “disentuh” . Menurut saya gaya membaca RRI itu memang ada tapi bukan berarti dijadikan sesuatu yang negatif tetapi anggaplah ini sebagai kekayaan khasanah baca berita ,anggaplah ini sebagai gaya belaka .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ada pelatihan presenter ,seorang prsenter senior mengkritik dengan perkataan yang sampai sekarang saya ingat …gaya kamu kok TVRI banget…. ,satu lagi ternyata TVRI juga sudah menjadi perjuangan para pelatih dan presenter TV swasta untuk jangan ditiru gayanya. Namun dari dua kasus itu ada satu hal yang menurut saya belum dijelaskan oleh para pelatih tadi kenapa tidak boleh .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya saya jadi yuniornya saya akan bertanya “kenapa ? apa yang salah dengan RRI dan apa yang salah dengan TVRI . Mungkin kalau itu dijelaskan akan mendidik sang instruktur untuk bertanggung jawab atas pelarangannya . Harus dijelaskan alasannnya agar masuk akal dan dapat diterima oleh anak didiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu betul gaya RRI dalam membaca berita karena saya juga pernah jadi penyiar berita part time RRI Denpasar dan saat itu juga saya jadi penyiar Radio Plus di Sanur . Yang saya lakukan ketika saya melatih diri adalah merekam penyiar RRI bicara lalu menirunya suaranya . Ketika saya meniru suara itu saya rekam dan saya dengarkan sendiri . Tahukah anda yang saya rekam itu penyiar RRI pusat Jakarta bukan penyiar di daerah . Saya saat itu yang sudah memilik gaya baca berita alami mendapatkan ilmu baru gaya RRI dan itu mengasyikan karena menurut saya sekali lagi ini juga sebuah khasanah baca berita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya pertama kali On air orang-orang RRI di Denpasar pada bisik-bisik “kita ada kemasukan orang jakarta ya “. Maksudnya apakah ada orang Jakarta yang dimutasi ke Denpasar …”tidak ada ada itu khan penyiar Radio tetangga sebelah.” Ah masa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah setelah saya sorenya baca berita RRI Denpasar esoknya saya siaran baca berita kembali ke gaya semula yaitu gaya alami . Dan bagi saya menguasai berbagai gaya juga nikmat jadi bisa menganut prinsip hidupnya bunglon he he he .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya mengatakan gaya apapun dalam urusan membaca saya tidak pernah menyalahkan dengan mengatakan jelek.. Gaya itu sah-sah saja . Sekarang tinggal kita pilih gaya apa yang kita anut. Kalu saya sarankan lebih baik menganut gaya alami . (tentang Gaya Alami ini nanti kita akan bahas lebih mendalam) karena lebih luwes fleksibel.&lt;br /&gt;Saya secara pribadi sebenarnya sudah meneliti apa yang terjadi dengan gaya membaca beritanya para penyiar RRI dan TVRI . Untuk lebih jelasnya saya berikan sebuah contoh berikut CONTOH GAYA RRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya RRI ini juga dianut oleh penyiar-penyiar Radio Duetche welle (DW) siaran Indonesia dan Juga Radio Voice Of Amerika (VOA) siaran Indonesia khususnya pada penyiar –penyiar seniornya. Gaya RRI dikenal dengan gaya membacanya yang kental bukan gaya membaca secara bertutur secara alami .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LATAR BELAKANG GAYA ITU MUNCUL&lt;br /&gt;Kenapa gaya itu terbentuk disuatu institusi radio pertama karena ada kecenderungan yunior meniru gaya seniornya dan sebab lain seperti ada kebijakan standard siaran radio bersangkutan dan yang terakhir terbentuk begitu saja tanpa diatur .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang saya amati institusi seperti RRI , TVRI ,VOA,DW saat ini dalam perekrutan ada penyiar baru yunior membaca beritanya sudah beragam ada yang masih gaya RRI ada yang sudah bergaya alami dan juga masih ada gaya tak jelas . Anda ingin tahu gaya RRI membaca saya bisa memberikan contohnya untuk itu dengar dan download File Gaya RRI . Penyiar BBC Indonesiapun ada 2 tiga penyiarnya yang punya gaya MEMBACA walaupun saya dengar banya yang gunakan bahasa tutur Apakah Image bahwa gaya RRI dan TVRI masih kuat seperti itu saya pikir anda bisa menelitinya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selarang kalau kita teliti baik-baik di TV swasta hampir sebagian besar cara membaca presenternya dengan gaya alami (bertutur) namun pada tenaga Voice Over berita masih ada yang gunakan gaya tidak alami .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu gaya lain adalah gaya baca radio anak muda , anda lihat dengar sendiri bagaiman ketika seorang penyiar radio anak muda baca naskah kadang-kadang kita dengar nada bunyinya “digleat gleotkan”: dan kadang di tambah kata sentilan secara mendadak padahal dinaskah nggak ada tulisannya .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kesimpulannya di dunia ini ada 3 Gaya : 1 Gaya Membaca Tidak alami (RRI , TVRI ,VOA, DEUTCHE WELLE) ,2 Gaya membaca Alami (TV Swasta ,Radio Swasta) . 3 Gaya alternatif ( gayanya radio anak muda , mereka yang punya gaya macam-macam karena kebutuhan profesinya seperti Voice over talent saat isi suara iklan,sandiwara ) Tapi saya senang mendengar semua gaya itu walaupun kuping manusia lebih suka menggunakan bahasa tutur . Gaya tidak alami : Suatu gaya membaca berita yang tidak menggunakan cara-cara bertutur keseharian . Gaya Alami adalah Gaya membaca yang menggunakan gaya bertutur keseharian .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan saya terdahulu  memuat &lt;a href="http://bramwijaya.blogspot.com/2009/01/penyiar-bersuara-dibuat-buat.html"&gt;gaya membaca yang dibuat-buat &lt;/a&gt;termasuk dalam katagori yang manakah gaya dibuat-buat ? ini arahnya ke gaya alternatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah dari tulisan dan contoh suara yang saya berikan ini termasuk gaya yang manakah yang anda gunakan ? terserah anda . (Bram wijaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8075547877527870618-4751809458751894984?l=bramwijaya.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bramwijaya.blogspot.com/feeds/4751809458751894984/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=8075547877527870618&amp;postID=4751809458751894984&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4751809458751894984'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8075547877527870618/posts/default/4751809458751894984'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bramwijaya.blogspot.com/2009/02/membaca-berita-dan-alirannya.html' title='MEMBACA BERITA DAN ALIRANNYA'/><author><name>BRAM WIJAYA</name><email>bramwijaya99@gmail.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='04142278731413694773'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_1_xHKqETSxU/SZoEd7q0wAI/AAAAAAAAAWQ/qsevIAbRT-k/s72-c/IMG2762A.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>